SLEMAN, Gonesia.com – PSS Sleman menunjukkan dominasi ofensif yang signifikan dalam laga uji coba terakhir mereka sebelum mengarungi kompetisi Super League 2026-2027.
Skuad berjuluk Super Elang Jawa tersebut sukses mencatatkan kemenangan telak dengan skor 6-1 atas Persiku Kudus di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (29/8).
Pesta gol tersebut menandai kesiapan teknis tim asuhan Pieter Huistra jelang bergulirnya musim kompetisi pada 4 September mendatang.
Daya gedor PSS Sleman terlihat merata melalui kontribusi gol yang dicetak oleh Gustavo Tocantins dan Cleberson de Souza.
Matheus Fornazari dan Melvyn Lorenzen melengkapi kemenangan tersebut dengan masing-masing mencetak dua gol atau brace ke gawang lawan.
Pertandingan melawan Persiku Kudus ini merupakan rangkaian penutup dari empat agenda uji tanding pramusim yang dijalani PSS Sleman.
Sebelumnya, tim ini telah menguji kedalaman skuad dengan menghadapi Kendal Tornado FC, Persita Tangerang, serta PSM Makassar.
Kemenangan besar di laga terakhir ini menjadi modal moral yang krusial bagi para pemain PSS Sleman.
Mereka dijadwalkan akan segera menantang tuan rumah Bali United pada laga pembuka Super League di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Jumat (4/9).
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menyatakan kepuasannya atas progres yang ditunjukkan oleh anak asuhnya selama periode pramusim.
“Secara fisik dan taktik kami berkembang pesat,” ujar Pieter Huistra dilansir dari JPNN.com.
Ia menyebutkan bahwa integrasi pemain baru dalam skema permainan tim sudah berjalan sesuai dengan rencana kepelatihan.
“Para pemain baru juga mendapatkan menit bermain dan kebugaran mereka sangat baik,” lanjutnya.
Mengenai kesiapan tim menghadapi kompetisi sesungguhnya, ia menegaskan optimismenya terhadap kondisi seluruh personel.
“Kami sudah sangat siap dan tidak sabar memulai kompetisi sesungguhnya,” tambahnya.
Meskipun meraih hasil impresif, sang pelatih asal Belanda ini tetap menekankan perlunya menjaga konsistensi performa.
Ia menuntut seluruh pemain agar tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang ada saat ini.
Evaluasi berkelanjutan akan menjadi fokus utama tim selama musim kompetisi berlangsung nantinya.
“Bahkan di liga nanti, kami akan selalu mencari hal-hal yang bisa ditingkatkan di setiap pertandingan,” tegasnya.
Huistra meyakini bahwa pemahaman taktik para pemain, termasuk rekrutan anyar, sudah berada pada level yang memadai.
“Sejauh ini, para pemain baru sudah paham apa yang harus dilakukan,” pungkasnya.
Kemenangan ini sekaligus memberikan sinyal bahaya bagi para pesaing PSS Sleman di Super League musim 2026-2027.
Stabilitas permainan yang ditunjukkan selama pramusim diharapkan mampu diterjemahkan menjadi raihan poin maksimal di laga-laga resmi mendatang.


