Berita

Tito Minta Pemda Optimalkan TKD untuk Mitigasi Bencana

Jakarta – Pemerintah pusat meminta pemerintah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat benar-benar mengarahkan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk memperkuat penanganan bencana sekaligus mencegah risiko susulan di wilayah masing-masing.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan dana tambahan itu diberikan sebagai dukungan untuk pemulihan cepat dan penguatan mitigasi di daerah.

“Tambahan TKD ini diberikan dalam rangka penanganan bencana. Jadi saya mohon betul digunakan untuk kepentingan mitigasi dan penanganan bencana yang langsung dirasakan masyarakat,” kata Tito saat memimpin rapat koordinasi penanganan bencana bersama kementerian/lembaga dan kepala daerah terdampak di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Secara total, pemerintah telah menyalurkan tambahan TKD senilai Rp10,6 triliun kepada tiga provinsi terdampak. Penyaluran dilakukan bertahap agar likuiditas daerah segera terjaga.

Tahap pertama mencapai Rp4,38 triliun pada 27 Februari 2026. Berikutnya, Rp3,19 triliun dikirim pada 31 Maret 2026, lalu Rp3,06 triliun disalurkan pada 4 Mei 2026.

Menaker Dorong Penguatan Pelatihan Vokasi dengan Azerbaijan

Dari total tersebut, Aceh memperoleh Rp1,65 triliun, Sumatera Utara Rp6,35 triliun, dan Sumatera Barat Rp2,63 triliun. Seluruhnya telah disalurkan hingga ke pemerintah kabupaten/kota dalam bentuk tambahan Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Tito menjelaskan, anggaran itu bisa dipakai untuk sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari normalisasi sungai, perbaikan jalan yang rawan longsor, penguatan drainase, hingga rehabilitasi fasilitas umum. Dana tersebut juga diarahkan untuk langkah antisipatif agar daerah lebih siap menghadapi bencana lanjutan.

Ia menilai percepatan realisasi anggaran menjadi kunci agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Karena itu, Satgas PRR bersama Kementerian Dalam Negeri terus memantau penyusunan rencana kegiatan dan penerbitan peraturan kepala daerah (Perkada) sebagai dasar pelaksanaan program di lapangan.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada daerah yang sudah menyusun rencana kegiatan dan sudah membuat Perkada. Tinggal direalisasikan supaya manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Di luar skema TKD, Satgas PRR juga mengawal mekanisme hibah antardaerah untuk membantu wilayah yang terdampak berat namun menerima tambahan anggaran relatif kecil. Tito menyebut solidaritas antardaerah menjadi bagian penting dalam percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera.

Prabowo Perkenalkan Danantara dan Dony Oskaria di Kebumen

“Kita ingin daerah yang memiliki kemampuan lebih juga bisa membantu daerah yang terdampak lebih berat. Ini bagian dari semangat bersama untuk mempercepat pemulihan,” kata Tito.

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

03

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

04

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

05

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

06

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

07

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com