Sidoarjo – Total 14 korban meninggal dunia telah ditemukan akibat ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, setelah tim gabungan menemukan satu jenazah lagi pada Sabtu ini. Sementara itu, 49 korban lain masih dalam pencarian di lokasi reruntuhan gedung berlantai empat tersebut.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, tim gabungan fokus pada pembersihan masif lokasi kejadian. Hal ini dilakukan agar alat berat dapat masuk ke titik reruntuhan dan mempermudah upaya evakuasi.
Suharyanto mengungkapkan bahwa tim telah mengidentifikasi keberadaan sejumlah korban di lokasi. Kendati demikian, proses identifikasi jenazah menghadapi tantangan, terutama karena belum semua korban memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kondisi jenazah yang sudah berubah akibat tertimbun.
Untuk memastikan identifikasi, tim akan menggunakan metode tes DNA. Seluruh jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi. Suharyanto mengimbau keluarga korban menunggu informasi di RS Bhayangkara yang dilengkapi fasilitas dan logistik memadai.
Insiden tragis ini terjadi pada Senin, 29 September lalu, saat ratusan santri tengah melaksanakan salat Asar berjamaah di lantai dua yang difungsikan sebagai musala. Berdasarkan data sementara BNPB, total 166 orang terdampak secara keseluruhan dari kejadian tersebut.


