Berita

Stevi Harman Dorong Perbaikan Layanan Kesehatan NTT

anggota-dpd-stevi-harman-raih-apresiasi-sekar-agni-negeri
Anggota DPD Stevi Harman Raih Apresiasi Sekar Agni Negeri

Jakarta – Stevi Harman menyebut apresiasi yang diterimanya sebagai kehormatan terbesar sekaligus pemicu untuk semakin fokus memperjuangkan persoalan kesehatan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Tentunya ini suatu kehormatan dan rasa bangga serta tanggung jawab atas apresiasi yang saya dapatkan saat ini,” ujar Stevi kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.

Ia menilai penghargaan tersebut sebagai capaian puncak dalam perjalanan kariernya. Menurut dia, pengakuan itu bukan sekadar bentuk penghargaan pribadi, tetapi juga pengingat untuk terus bekerja memastikan layanan kesehatan di NTT berjalan lebih baik.

“Langkah ini pula yang menjadi motivasi untuk terus bekerja bagaimana memastikan kesehatan masyarakat di NTT teratasi dengan baik, pastinya menjadikan masyarakat NTT tetap sehat,” lanjutnya.

Stevi memiliki latar belakang pendidikan di bidang kedokteran. Putri politisi senior Partai Demokrat Benny K Harman itu menempuh pendidikan sarjana kedokteran di Universitas Indonesia, lalu melanjutkan studi ke bidang penelitian medis di Monash University, Australia.

Wawako Padang Apresiasi Kwarda Pramuka Salurkan Kurban untuk Warga

Kepeduliannya terhadap layanan kesehatan di daerah tumbuh dari pengalaman lapangan saat magang. Ia pernah bekerja di SK Lerik Kupang, Puskesmas Pasir Panjang, dan Puskesmas Manutapen, yang membuka matanya pada kondisi nyata pelayanan kesehatan di daerah.

Dari pengalaman itu, Stevi melihat bahwa persoalan kesehatan tidak berdiri sendiri. Baginya, akar masalah kerap berkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Perhatian itu terus ia bawa saat menjabat sebagai anggota Komite III DPD RI. Sejak saat itu, Stevi konsisten menyoroti persoalan layanan kesehatan publik, terutama di NTT.

Ia menyoroti masih banyak warga kurang mampu yang belum bisa memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan secara optimal. Hambatan administrasi dan integrasi data yang belum sinkron, kata dia, menjadi salah satu penyebab utama.

“Banyak warga kurang mampu di NTT yang masih belum dapat memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan secara optimal dikarenakan kendala administratif integrasi data yang belum sinkron. Kondisi ini menghambat warga untuk mendapatkan akses layanan kesehatan secara optimal,” tegas Stevi.

Pemda Menata Ritel Modern demi Lindungi Pasar Tradisional

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

03

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

04

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

05

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

06

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

07

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com