Solok – Menjelang Hari Ulang Tahun ke-55 Kota Solok pada 2025, pembangunan fasilitas publik terus digalakkan, termasuk RSUD Serambi Madinah dan Stadion Marahadin.
Peningkatan layanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama, dengan RSUD Serambi Madinah diarahkan menuju sistem pelayanan terintegrasi berbasis digital.
Manajemen rumah sakit tengah mengembangkan penggunaan software Khanza sebagai Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital layanan publik di Kota Solok, khususnya di sektor kesehatan.
Direktur RSUD Serambi Madinah, Dessy Syafril, menyatakan komitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
Pemanfaatan teknologi modern menjadi kunci dalam mendukung layanan rumah sakit.
RSUD Serambi Madinah juga akan mengintegrasikan layanannya dengan platform SATUSEHAT milik Kementerian Kesehatan untuk rekam medis pasien secara nasional.
Selain pengembangan sistem digital, rumah sakit ini juga menghadirkan inovasi pelayanan berbasis teknologi, seperti penyediaan fasilitas air siap minum.
Pasien BPJS Kesehatan kini dapat mendaftar secara daring melalui aplikasi Mobile JKN, sementara pasien umum dapat mendaftar melalui website resmi RSUD.
“Melalui aplikasi tersebut, pasien bisa mendaftar rawat jalan tanpa harus datang langsung ke rumah sakit. Ini membantu mengurangi antrean dan memungkinkan pasien datang sesuai jadwal,” ujar Dessy.
Pasien juga dapat mengakses jadwal praktik dokter dan informasi ketersediaan ruang rawat inap secara online.
RSUD Serambi Madinah menyediakan layanan IGD 24 jam, rawat jalan umum, serta berbagai layanan spesialis.
Rumah sakit ini juga dilengkapi fasilitas ICU, PICU/NICU, radiologi, laboratorium, kamar operasi, dan layanan ambulans.
Pemerintah Kota Solok secara aktif mengimplementasikan layanan kesehatan berbasis digital yang ramah, mudah diakses, dan profesional.
Upaya ini sejalan dengan program prioritas Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menekankan pentingnya pengembangan aplikasi dan layanan digital yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Digitalisasi pelayanan publik dianggap sebagai kebutuhan mutlak untuk menciptakan layanan yang modern dan responsif.
“Aplikasi yang dikembangkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi kemudahan akses informasi maupun peningkatan kualitas pelayanan. Integrasi antar sistem juga menjadi prioritas agar tidak terjadi tumpang tindih dengan aplikasi dari pemerintah pusat,” katanya.
Pemerintah Kota Solok berkomitmen menghadirkan layanan publik yang cepat, transparan, dan terintegrasi melalui teknologi informasi.
Digitalisasi layanan RSUD Serambi Madinah ditetapkan sebagai salah satu program unggulan daerah.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Solok dalam memanfaatkan teknologi untuk pelayanan kesehatan yang efisien, transparan, dan mudah diakses.


