Jakarta – Penerbangan dari dan menuju Timur Tengah mengalami gangguan akibat konflik yang sedang berlangsung, menyebabkan pembatalan dan penundaan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Pgs Asst Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, menyatakan bahwa penutupan wilayah udara di beberapa negara Timur Tengah menjadi penyebab utama gangguan ini.
Penerbangan yang terdampak termasuk Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha-Jakarta, yang keduanya dibatalkan. Aziz menjelaskan, "Untuk penerbangan kedatangan, tercatat penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha-Jakarta berstatus cancel."
Pihak bandara telah memberikan penanganan kepada penumpang terdampak sesuai prosedur, termasuk pembatalan dokumen perjalanan dan koordinasi dengan maskapai untuk akomodasi serta penjadwalan ulang. Aziz menambahkan, "Secara umum, situasi di terminal tetap dalam kondisi aman dan kondusif."
Aziz menegaskan bahwa operasional penerbangan rute internasional lainnya di Bandara Soetta tetap aman dan lancar. Manajemen bandara memastikan layanan kepada penumpang berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan.
"Koordinasi intensif senantiasa dilakukan dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, serta instansi terkait lainnya guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dinamika operasional dan memastikan standar keselamatan, keamanan, serta pelayanan tetap terjaga," ujar Aziz.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengimbau calon penumpang tujuan Timur Tengah untuk memantau informasi penerbangan melalui kanal resmi atau layanan pelanggan maskapai.
Aziz menyatakan, "Sejalan itu, kami juga terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan operasional di seluruh terminal, khususnya pada layanan penerbangan internasional, agar setiap potensi kendala dapat direspons secara cepat dan tepat."
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, berharap serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran tidak membawa dampak serius ke Indonesia.
Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, "Kita tetap mengantisipasi. Saya rasa ini sesuatu yang memang harus bisa kita mitigasi, termasuk mudah-mudahan tidak terlalu mengganggu penerbangan."
Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, menuturkan bahwa maskapai penerbangan dunia akan memperhitungkan risiko, termasuk keselamatan penumpang.
"Maskapai-maskapai juga akan menghitung kembali faktor keselamatan nomor satu, karena lintasannya tidak pernah bisa kita prediksi ya, namanya perang apalagi menggunakan misil, rudal jarak jauh," jelas Agus Harimurti Yudhoyono.
Agus Harimurti Yudhoyono berharap persoalan geopolitik ini dapat segera berakhir, karena jika tidak, bisa menyebabkan persoalan sekunder, yakni tragedi kemanusiaan, keamanan, hingga tantangan pada ekonomi dunia termasuk kawasan Asia Tenggara.
"Sekali lagi kita berharap ini bisa segera berakhir ya. Karena memang ini akan mengakibatkan bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga akan menyebabkan berbagai tantangan yang berat di sektor ekonomi, termasuk energi dunia," pungkas Agus Harimurti Yudhoyono.


