IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Shutdown AS Lumpuhkan Pemerintah, Protes Global Iringi Penangkapan Flotilla Sumud

Internasional – Ketegangan politik global memanas dengan tiga peristiwa penting yang menarik perhatian dunia: dari penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat akibat kegagalan anggaran, pengusiran diplomat Israel oleh Kolombia menyusul insiden di perairan internasional, hingga gelombang protes pro-Palestina yang melanda Eropa.

Pemerintahan Amerika Serikat (AS) terpaksa menutup sebagian operasionalnya setelah para legislator gagal mencapai kesepakatan terkait rancangan undang-undang anggaran belanja. Pendanaan untuk menjaga operasional pemerintah federal berakhir pada pukul 00:01 waktu setempat.

Insiden penutupan ini bukan yang pertama, pemerintah AS telah menghentikan sebagian operasinya lebih dari 12 kali sejak 1980. Presiden Donald Trump bahkan mengancam akan memanfaatkan situasi ini untuk memangkas pelayanan di sektor publik.

Berbicara di Gedung Putih, Trump memperingatkan bahwa ia bisa mengambil tindakan yang tak dapat diubah selama penutupan. “Kita bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa diubah selama penutupan pemerintah, yang buruk bagi mereka dan tidak bisa diubah oleh mereka, seperti menyingkirkan banyak orang, memotong hal-hal yang mereka sukai, memotong program-program yang mereka sukai,” ujar Trump.

Partai Republik memang mengendalikan kedua kamar Kongres, namun mereka kekurangan 60 suara di Senat untuk meloloskan rancangan undang-undang pengeluaran. Hal ini membuat Partai Demokrat memiliki pengaruh signifikan dalam penentuan keputusan anggaran.

BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

Di belahan dunia lain, Presiden Kolombia Gustavo Petro memerintahkan pengusiran semua diplomat Israel yang tersisa dari negaranya. Keputusan ini diambil menyusul pencegatan armada Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza, serta penangkapan dua warga negara Kolombia di salah satu kapal.

Kolombia mengecam keras tindakan angkatan bersenjata Israel di perairan internasional, menyebutnya sebagai “penculikan” yang melanggar hukum internasional dan Konvensi Jenewa. Kementerian Luar Negeri Kolombia menuntut pembebasan segera dua aktivis perempuan Kolombia, Luna Barreto dan Manuela Bedoya, serta seluruh anggota armada lainnya.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Kolombia juga mendesak pemerintah Spanyol, Bangladesh, Brasil, Slovenia, Indonesia, Irlandia, Libya, Malaysia, Maladewa, Meksiko, Oman, Pakistan, Qatar, Thailand, Turki, dan Afrika Selatan untuk bertindak bersama melindungi warga negaranya.

Sementara itu, gelombang protes pro-Palestina pecah di berbagai kota di Eropa, menyusul serangan pasukan Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.

Di Roma, Italia, ratusan demonstran, termasuk mahasiswa dan anggota serikat pekerja, berkumpul di Piazza dei Cinquecento. Mereka memblokir lalu lintas dan meneriakkan slogan-slogan seperti “Mari kita blokir segalanya demi Flotilla dan demi Palestina.” Polisi Italia terpaksa menutup sejumlah stasiun metro dan membatasi akses penumpang ke Stasiun Termini.

Adang Soroti Kesiapan Polres Jakut Terapkan KUHP-KUHAP Baru

Menyikapi insiden ini, dua serikat pekerja Italia, Unione Sindacale di Base (USB) dan Confederazione Generale Italiana del Lavoro (CGIL), menyerukan pemogokan umum nasional pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Komentar

Berita Populer

01

Polres Tanah Datar Tangkap Mahasiswa Diduga Edarkan Sabu

02

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

03

BSPS Bangun Rumah Layak, Hidupkan Ekonomi Lokal

04

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

05

5 Berita Populer: Sanksi Potong Gaji dan Demo PPPK di Istana

06

Ratusan CPNS Terima SK Pengangkatan dan 370 PPPK Selesaikan Prajabatan

07

KPK Duga Praktik Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Meluas ke Kampus Lain

08

Pemprov Jateng Kirim Bantuan Pangan dan Sandang untuk Korban Gempa NTT

Berita Terbaru