Berita

Sektor Teknologi Dorong STOXX 600 Eropa Menguat

sektor-teknologi-eropa-bangkit-dari-keterpurukan,-stoxx-600-menghijau
Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

London – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan terbaru, ditopang lonjakan sektor teknologi dan serangkaian laporan keuangan emiten yang melampaui perkiraan pasar. Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,7 persen ke 609,72, membalikkan sentimen setelah sehari sebelumnya mencatat penurunan harian terdalam dalam sebulan.

Penguatan juga terjadi di mayoritas pasar regional. Indeks DAX Jerman memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,71 persen atau 410,43 poin ke level 24.401,70. Di Prancis, CAC ikut menanjak 1,08 persen atau 86,19 poin menjadi 8.062,31.

Berbeda dengan bursa-bursa utama di daratan Eropa, FTSE 100 Inggris justru terkoreksi. Indeks tersebut turun 1,4 persen atau 144,82 poin ke 10.219,11, setelah saham HSBC anjlok 6,2 persen. Pelemahan bank raksasa itu dipicu laporan kerugian tak terduga senilai 400 juta dolar AS terkait kasus penipuan.

Sektor teknologi menjadi pendorong utama pasar dengan kenaikan kolektif 2,4 persen. Saham-saham pemasok peralatan chip seperti ASML dan ASMI memimpin reli, sejalan dengan penguatan saham semikonduktor di Wall Street.

Di luar teknologi, sektor perbankan zona euro juga mencatat kinerja solid. Subindeksnya naik 1,9 persen, ditopang lonjakan saham UniCredit sebesar 5,9 persen setelah bank Italia itu membukukan rekor laba dan menyampaikan rencana ekspansi melalui akuisisi Commerzbank.

Menkop Ferry Dukung Inkopau Perkuat SDM dan Pembiayaan

Dari sektor konsumen, Anheuser-Busch InBev menjadi salah satu penopang utama setelah sahamnya melesat 9,3 persen berkat hasil penjualan yang kuat. Sementara itu, saham Intertek naik 6 persen setelah EQT AB meningkatkan tawaran akuisisinya. Rheinmetall juga bertahan di jalur menguat, naik 3,4 persen meski pendapatannya sedikit di bawah ekspektasi.

Meski laporan korporasi secara umum positif, laju kenaikan pasar masih dibatasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz. Situasi itu menjaga harga minyak bertahan di atas 110 dolar AS per barel dan memicu kekhawatiran tambahan terhadap inflasi di Eropa.

Analis menilai ketergantungan Eropa pada energi membuat pasar saham kawasan itu lebih rentan terhadap gangguan di Timur Tengah dibandingkan pasar Amerika Serikat. Kendati pulih, STOXX 600 masih tertinggal dari rekor-rekor baru yang dibukukan indeks S&P 500 di Wall Street.

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

03

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

04

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

05

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

06

KAI Batalkan Sembilan Perjalanan Kereta Jarak Jauh Akibat Tabrakan di Bekasi

07

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

08

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com