Aceh Tamiang – Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menekan percepatan penyediaan fasilitas umum dan utilitas di kawasan hunian tetap agar rumah yang sudah selesai dibangun bisa segera ditempati warga terdampak bencana. Dorongan ini muncul setelah hasil pemantauan terbaru menunjukkan persoalan utama bukan lagi ketersediaan lahan, melainkan kelengkapan infrastruktur penunjang.
Melalui monitoring dan evaluasi pada Rabu (5/8/2026), Satgas PRR memastikan kebutuhan lahan untuk huntap di Kabupaten Aceh Tamiang sudah terpenuhi seluruhnya. Tercatat ada 25 lokasi dengan total luas 129,8 hektare yang disiapkan untuk menampung sekitar 4.159 kepala keluarga.
Wakil Kepala Posko Nasional Satgas PRR, Marsma TNI Ridha Hermawan, mengatakan penyediaan lahan kini tidak lagi menjadi hambatan pembangunan. Meski begitu, ia menilai pemanfaatan Huntap Buddha Tzu Chi belum maksimal karena fasilitas umum di kawasan itu belum selesai.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama instansi terkait harus mempercepat penyelesaian pembangunan fasilitas umum dan utilitas pendukung agar unit yang telah selesai dibangun dapat segera ditempati,” kata Ridha.
Di kawasan Huntap Buddha Tzu Chi, dari total 490 unit yang ada, 108 unit telah diserahterimakan. Namun, rumah-rumah tersebut belum bisa dihuni lantaran fasilitas pendukung masih dalam proses penyelesaian. Sementara itu, pembangunan 250 unit huntap oleh Polri disebut sudah tuntas 100 persen.
Selain fokus pada hunian, Satgas PRR juga menyoroti kondisi kantor pemerintahan desa atau Datok Penghulu yang rusak berat. Pemerintah daerah diminta memaksimalkan penggunaan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) untuk memulihkan kembali layanan publik di tingkat desa.
Satgas PRR menegaskan akan terus mengawal penyelesaian infrastruktur dasar di wilayah tersebut. Pemulihan rumah dan layanan pemerintahan, menurut satgas, harus berjalan beriringan agar warga dapat segera kembali hidup dengan aman dan layak.


