IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Rupiah Terkini: Melemah ke Rp17.180 per Dolar AS

JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 22 April 2026, ke posisi Rp17.180 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda ini tercatat terkoreksi sebesar 38 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) menempatkan posisi rupiah di angka Rp17.179 per dolar AS. Tren pelemahan ini membuat dolar AS konsisten bertahan di level Rp17.000 sepanjang bulan ini.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi global, ketegangan di Timur Tengah menjadi sorotan utama, terutama setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu.

Langkah sepihak Trump terkait blokade pelabuhan dan pantai Iran memicu ketegangan baru di Selat Hormuz. Pemerintah Iran melalui media yang terafiliasi Garda Revolusi menolak rencana tersebut dan mengancam akan mematahkan blokade dengan kekerasan, sehingga mengganggu rantai pasok global.

Sentimen eksternal lainnya adalah ketidakpastian kebijakan moneter The Fed pasca-pencalonan Kevin Warsh sebagai calon kepala bank sentral AS. Meski Warsh berkomitmen menjaga independensi The Fed, pasar tetap merespons sinyal perombakan kebijakan besar yang mungkin terjadi jika ia terpilih.

21 Orangutan di Kalteng Alami Gangguan Pernapasan Akibat Karhutla

Sementara dari sisi domestik, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh tekanan fiskal terkait beban utang negara. Selain itu, pasar merespons keputusan Bank Indonesia yang kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen.

Dalam keputusan yang sama, BI juga menahan suku bunga *Deposit Facility* di level 3,75 persen dan *Lending Facility* sebesar 5,5 persen.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah. Langkah ini dinilai krusial guna meredam dampak ketidakpastian ekonomi global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah serta mengoptimalkan strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

04

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

05

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

Program B50 Resmi Meluncur, Ini Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten CPO

08

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

Berita Terbaru