Padang – Ratusan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumatera Barat mendatangi Kantor DPRD Sumbar, Kamis (25/6), untuk mendesak agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Mereka menolak keras isu penghentian program yang belakangan ramai beredar di tengah masyarakat.
Koordinator aksi, Aliman Antoris, mengatakan MBG bukan hanya membantu memperbaiki asupan gizi masyarakat, tetapi juga membuka sumber penghasilan baru bagi banyak relawan. Menurut dia, program ini sudah memberi dampak langsung sehingga tidak pantas dihentikan hanya karena ada persoalan teknis di lapangan.
“Kalau ada kecurangan, silakan ditindak, tetapi jangan hentikan programnya karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Aliman.
Dalam aksi itu, relawan juga menyoroti kebijakan penghentian operasional dapur MBG selama libur sekolah. Mereka menilai keputusan tersebut membuat insentif relawan ikut terhenti, padahal banyak di antara mereka bergantung pada pendapatan itu untuk memenuhi kebutuhan harian.
Sebagai jalan tengah, para relawan mengusulkan agar penyaluran makanan dialihkan ke posyandu selama masa liburan sekolah. Di sisi lain, Aliman menyebut persoalan keterlambatan pencairan dana operasional di sejumlah daerah tidak mengganggu seluruh dapur MBG di Sumatera Barat yang tetap beroperasi.
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menerima aspirasi para relawan dan menyatakan dukungan penuh terhadap tuntutan yang disampaikan. Ia berjanji segera meneruskan persoalan tersebut ke pemerintah pusat agar mendapat tindak lanjut.
Muhidi menegaskan, berbagai kendala dalam pelaksanaan program seharusnya dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan, bukan alasan menghentikan bantuan bagi masyarakat. “Kalau ada yang belum tepat sasaran, ya dievaluasi. Karena ini untuk kepentingan rakyat, tentu kita mendukung,” ujar dia.

