JAKARTA – Pramono Anung mengakui banyak aduan warga melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang mandek atau tidak segera ditindaklanjuti. Menurut Pramono Anung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengadakan rapat khusus guna membahas persoalan tersebut.
“Kebetulan kami rapat tentang JAKI. Jadi di rapat JAKI itu memang ada beberapa laporan yang sudah berulang kali belum ditindaklanjuti,” ujar Pramono Anung dalam keterangannya, Rabu (1/3/2026).
Oleh sebab itu, sistem super app milik Pemprov DKI tersebut akan diperbaiki agar laporan warga yang masuk ke JAKI dapat ditangani secara cepat. “Maka kami akan sempurnakan untuk itu,” kata Pramono Anung.
Salah satu laporan yang disoroti Pramono Anung adalah zebra cross di Jalan Soepomo, Jakarta Selatan. Akibat aduan yang tidak segera direspons, warga berinisiatif mengecat sendiri fasilitas penyeberangan tersebut agar dapat berfungsi sebagai zebra cross.
“Kami minta maaf untuk itu. Dan saya sampaikan kreativitas warga saya ucapkan terima kasih dan respect,” ucap Pramono Anung.
Walaupun mengapresiasi kepedulian warga terhadap keselamatan jalan, Pramono Anung menegaskan perlunya penataan ulang zebra cross buatan warga tersebut. Hal ini bertujuan agar fasilitas tersebut memenuhi standar teknis keselamatan yang berlaku secara nasional maupun internasional.
“Kemarin menurut saya ini kan kreativitas yang positif, sehingga dengan demikian yang sekarang terjadi di lapangan kami sempurnakan lagi, kami kembalikan kepada aturan yang memang sudah diatur untuk zebra cross,” terang Pramono Anung.
Setelah kejadian tersebut viral, Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah menyelesaikan penataan empat fasilitas penyeberangan di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan.
Sementara itu, satu zebra cross hasil inisiatif warga dibiarkan terlebih dahulu dan akan ditata ulang kembali secara bertahap.

