Berita

Kompas-RI Ralat Tuduhan, Kader PDIP Banyuwangi Tak Terbukti Terlibat MBG

kompas-ri-mendadak-ralat-isu-dugaan-kader-pdip-terlibat-mbg
Kompas-RI Mendadak Ralat Isu Dugaan Kader PDIP Terlibat MBG

Banyuwangi – Kompas-RI mengakui kekeliruan setelah sebelumnya menuding ada keterlibatan sejumlah kader PDIP dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyuwangi. Setelah ditelusuri lebih lanjut, tuduhan itu dinyatakan tidak terbukti.

Koordinator Lapangan Kompas-RI, Al Ghi, mengatakan pihaknya secara terbuka meminta maaf atas dugaan yang sempat diarahkan kepada kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan tertulis kepada redaksi pada Senin, 15 Juni 2026.

“Kami menyampaikan kekeliruan atas dugaan, lebih tepatnya tuduhan adanya keterlibatan sejumlah kader PDIP dalam pelaksanaan program MBG di Banyuwangi,” ujar Al Ghi.

Ia menegaskan, hasil penelusuran menunjukkan kader PDIP di Banyuwangi justru menjalankan Instruksi DPP PDIP Nomor 940/IN/DPP/II/2026 secara tegas. Instruksi tersebut, menurut dia, melarang segala bentuk pemanfaatan program MBG untuk kepentingan pribadi, kelompok, maupun politik praktis.

Atas sikap itu, Kompas-RI menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan kader PDIP di Banyuwangi. Mereka dinilai konsisten menjaga marwah instruksi partai.

BPJS Kesehatan Ungkap Layanan yang Tak Dijamin JKN

Al Ghi berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama agar semua pihak tetap berperan sebagai pengawas terhadap kebijakan dan program pemerintah. Ia juga menyebut PDIP diharapkan terus menjalankan fungsi check and balances dalam mengawal kebijakan publik.

Sebelumnya, Kompas-RI sempat mencurigai adanya indikasi keterlibatan oknum kader PDIP dalam lingkaran program nasional tersebut di Banyuwangi. Tudingan awal itu, kata Al Ghi, muncul sebagai bagian dari fungsi pengawasan yang dilakukan elemen pemuda dan mahasiswa.

“Aspirasi kami murni untuk menjaga agar program nasional yang diperuntukkan bagi peningkatan gizi anak-anak tidak bergeser menjadi instrumen bisnis para pemburu rente,” kata Al Ghi.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru