Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan seluruh anggota Fraksi Partai Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin malam, 8 September 2025. Pertemuan yang digelar di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini berlangsung beberapa jam setelah Prabowo mengumumkan perombakan atau *reshuffle* Kabinet Merah Putih.
Perombakan kabinet yang diumumkan di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin sore itu, melibatkan penggantian empat menteri dan satu menteri koordinator. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Koperasi Budi Arie, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding. Presiden Prabowo juga melantik menteri untuk satu kementerian baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah.
Sekitar pukul 20.00 WIB, area sekitar kediaman Prabowo dipenuhi kendaraan para legislator Gerindra yang memarkir mobil di sepanjang Jalan Kertanegara. Para anggota Fraksi Gerindra terlihat mengenakan kemeja safari putih dipadukan celana krem. Beberapa nama besar yang hadir antara lain Ahmad Muzani, Rahayu Saraswati, Habiburokhman, Prasetyo Hadi, Bob Hasan, hingga Mulan Jameela dan Ahmad Dhani.
Ahmad Dhani, anggota Komisi X DPR dari Fraksi Gerindra, mengungkapkan bahwa agenda rapat mendadak ini baru diumumkan beberapa jam sebelumnya melalui grup aplikasi perpesanan WhatsApp untuk anggota Fraksi Gerindra di DPR. “Tadi pagi diumumkan,” kata Dhani setibanya di lokasi. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti agenda rapat malam itu. “Nanti setelah rapat kan ketahuan,” tambahnya.
Menurut Dhani, para kader Gerindra sudah sering mengadakan rapat di kediaman ketua umum mereka. “Sering sebenarnya, baru kali ini saja mungkin bocor,” ujarnya.
Undangan rapat yang disampaikan melalui WhatsApp dan ditujukan kepada pimpinan serta anggota Fraksi Gerindra di DPR itu menjadwalkan pertemuan pada pukul 20.00 WIB. Nama Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono tertera sebagai pemberi undangan. Pesan tersebut juga menegaskan bahwa rapat ini merupakan perintah dari Prabowo dan bersifat wajib tanpa kecuali.


