IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
News

Polisi Selidiki Pembakaran Pesawat dan Penembakan Pilot di Yahukimo

Yahukimo, Gonesia.com – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz kini memburu kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas penembakan pilot dan pembakaran pesawat PT AMA Air di Lapangan Terbang (Lapter) Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Aksi kriminal yang terjadi pada Kamis (2/7) tersebut diduga dilakukan oleh kelompok baru yang menamakan diri sebagai Kelompok Bakusip.

Kepala Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz, Kombes I. G. G. Era Adinata, menyatakan bahwa kepolisian telah melakukan serangkaian pemeriksaan saksi sejak insiden tersebut terjadi.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kami menyimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata Bakusip,” ujar Kombes Era Adinata dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (4/7).

Kelompok Bakusip diketahui dipimpin oleh sosok bernama M. Mbalingga.

5 Berita Populer: Sanksi Potong Gaji dan Demo PPPK di Istana

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami hubungan antara Kelompok Bakusip dengan pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) wilayah Yahukimo, Elkius Kobak.

“Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo,” ungkap Era Adinata.

Penyelidikan semakin mengerucut setelah aparat kepolisian mendapatkan bukti dokumentasi visual.

Bukti tersebut berupa foto yang memperlihatkan pelaku sedang berdiri di atas bangkai pesawat PT AMA yang terbakar.

“Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga,” tegasnya.

Ratusan CPNS Terima SK Pengangkatan dan 370 PPPK Selesaikan Prajabatan

Di sisi lain, kelompok TPNPB-OPM melalui Juru Bicara Sebby Sambom telah mengakui keterlibatan mereka dalam insiden mematikan tersebut.

“Bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan terhadap Nicholas F. Gosselin, seorang pilot berkebangsaan Amerika Serikat serta pembakaran satu unit pesawat milik maskapai penerbangan Indonesia milik PT AMA di Kampung Balinggama,” kata Sebby Sambom dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7).

Sebby mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan perintah langsung dari Elkius Kobak.

Alasannya, pihak OPM menuding pesawat sipil sering digunakan untuk memobilisasi pasukan serta logistik militer Indonesia ke wilayah pedalaman.

Sementara itu, hasil visum jenazah pilot Nicholas F. Gosselin mengungkap fakta tragis mengenai penyebab kematian korban.

KPK Duga Praktik Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Meluas ke Kampus Lain

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombes Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban tewas akibat luka tembak dari jarak sangat dekat.

“Ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel, yaitu posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit,” papar Kombes Rommy, Sabtu (4/7).

Tembakan tersebut menembus kepala hingga menyebabkan kerusakan parah pada dasar tengkorak korban.

Tim medis menyimpulkan bahwa kerusakan fatal pada dasar tengkorak inilah yang memicu kematian instan atau sudden death pada sang pilot.

Selain luka tembak, hasil pemeriksaan juga menemukan adanya luka hantaman benda tumpul pada beberapa bagian tubuh korban.

Hingga saat ini, aparat keamanan terus memperketat pengamanan di wilayah Yahukimo untuk mencegah ancaman serupa terhadap aktivitas penerbangan di masa depan.

Komentar

Berita Populer

01

Polres Tanah Datar Tangkap Mahasiswa Diduga Edarkan Sabu

02

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

03

BSPS Bangun Rumah Layak, Hidupkan Ekonomi Lokal

04

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

05

Prabowo Pecat Silmy Karim, KPK Bongkar Pemerasan Imigrasi WNA

06

Dendam Membara: Ayah Tiri Habisi Nyawa Alvaro Kiano, Motif Terungkap

07

Tanggapan KNPB Terkait Dugaan Pelanggaran Operasi Militer di Papua Tengah

08

Puteri Komarudin Dukung BI Distribusikan Rupiah ke Pulau Terluar Kepri

Berita Terbaru