Jakarta Selatan – Misteri hilangnya Alvaro Kiano Nugroho, bocah berusia enam tahun di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, akhirnya terungkap dengan tragis. Alvaro ditemukan tewas setelah diculik dan dihabisi nyawanya oleh ayah tirinya, Alex Iskandar, yang bertindak atas motif dendam terhadap ibu korban. Ironisnya, Alex Iskandar kemudian ditemukan tewas diduga bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan.
Motivasi keji Alex membunuh anak tirinya dilatarbelakangi dendam terhadap ibu korban. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menjelaskan, motif tersebut muncul dari akumulasi dorongan karena Alex menduga istrinya memiliki pria idaman lain. Alex Iskandar sendiri ditemukan meninggal dunia di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan pada Minggu, 23 November 2025, sehari sebelum konferensi pers, dan diduga tewas bunuh diri.
Penculikan Alvaro terjadi pada 6 Maret 2025. Alex Iskandar menjemput korban yang saat itu berada di masjid dekat kediamannya di Pesanggrahan. Saat diculik, Alvaro berontak dan menangis tanpa henti. Alex membekap bocah malang itu untuk meredam tangisannya, namun justru menyebabkan Alvaro tewas.
Mengetahui Alvaro tak bernyawa, Alex membungkus jasadnya dengan kantong plastik dan menyimpannya di bagasi mobil selama tiga hari. Pada 9 Maret 2025, Alex membuang jasad yang terbungkus plastik tersebut di tempat pembuangan sampah di Tenjo, Bogor. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Ardian Satrio Utomo, menambahkan bahwa Alex sempat mengajak kerabatnya berinisial G saat membuang jasad, dengan dalih hendak membuang bangkai anjing.
Penangkapan Alex dilakukan di kediamannya di Tangerang pada Jumat, 21 November 2025. Sebelum penangkapan, polisi telah memeriksa 20 saksi terkait hilangnya Alvaro. Keterangan para saksi mengarah kuat pada Alex sebagai pelaku.
Berbekal pengakuan Alex, polisi kemudian menyisir lokasi pembuangan yang ditunjuk tersangka. Di sana, petugas menemukan dua kantong plastik berisi pakaian dan kerangka manusia yang diduga kuat adalah jasad Alvaro. Seluruh temuan dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik Polri di Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut.


