IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Penolakan Gelar Pahlawan Nasional Soeharto Dominasi Perbincangan Hangat di X.

Jakarta – Analisis sentimen publik terhadap rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto di media sosial menunjukkan dinamika yang bervariasi, dengan platform X (sebelumnya Twitter) menjadi satu-satunya kanal yang didominasi oleh sentimen negatif. Sementara itu, platform lain seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok cenderung memperlihatkan dukungan atau sikap netral.

Pemantauan yang dilakukan oleh Drone Emprit pada periode 20 Oktober hingga 7 November 2025 ini menyoroti X sebagai pusat kritik dan perlawanan narasi. Ismail Fahmi, Pendiri Drone Emprit, menjelaskan bahwa sentimen negatif di X mencapai 63 persen.

Warganet di X mengaitkan Soeharto dengan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat, peran dalam genosida 1965-1966, serta kebijakan represif. Hanya 27 persen pengguna X yang menyampaikan sentimen positif, yang umumnya mengapresiasi fondasi pembangunan dan ekonomi modern Indonesia serta keberhasilan menjaga stabilitas harga pangan.

“X tetap menjadi kanal bagi kalangan yang melek sejarah dan politik. Di sini, perbincangan tentang Soeharto bukan sekadar nostalgia, tetapi juga evaluasi terhadap warisan kekuasaan,” ujar Ismail.

Berbeda jauh, Facebook menunjukkan sentimen positif paling besar, mencapai 80 persen dukungan terhadap gelar pahlawan untuk Soeharto. Hanya 9 persen pengguna Facebook yang bersentimen negatif.

BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

Ismail menyebut Facebook, dengan 174 juta pengguna, sebagai ruang utama bagi generasi yang pernah hidup di masa Orde Baru. Narasi positif di platform ini menonjolkan Soeharto sebagai tokoh sentral sejarah modern Indonesia yang berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan swasembada pangan.

Platform Instagram, dengan 103 juta pengguna, cenderung menunjukkan sikap netral. Data memperlihatkan 56 persen sentimen positif dan 29 persen negatif. Narasi positif di Instagram mengakui kontribusi Soeharto dalam pembangunan infrastruktur dan ekonomi.

Namun, 29 persen unggahan tetap kritis dengan mempertanyakan rekam jejak HAM dan moralitas kepemimpinan Soeharto. “Generasi muda di Instagram menilai dengan cara berbeda. Mereka mengakui kontribusi, tetapi tetap menuntut nilai moral dan keadilan sejarah,” jelas Ismail.

YouTube, dengan 143 juta pengguna, berperan sebagai ruang diskusi yang rasional. Sebanyak 62 persen konten positif menampilkan analisis tentang stabilitas ekonomi dan penurunan inflasi pada masa Soeharto.

Sementara itu, 35 persen konten negatif berisi kritik terhadap praktik korupsi dan pelanggaran HAM, berargumen bahwa pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto mencederai semangat Reformasi 1998. “YouTube berperan sebagai forum reflektif, tempat publik menimbang ulang sejarah dengan narasi yang lebih panjang dan argumentatif,” kata Ismail.

Adang Soroti Kesiapan Polres Jakut Terapkan KUHP-KUHAP Baru

Terakhir, TikTok dengan 108 juta pengguna menunjukkan sentimen positif yang sangat tinggi, mencapai 77 persen. Narasi positif yang menonjol adalah Soeharto dianggap sebagai pemimpin kuat, berjasa, dan tegas. Banyak video di TikTok mengaitkan masa Orde Baru dengan stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketenangan hidup rakyat kecil.

Meskipun demikian, 12 persen konten bersentimen negatif mengingatkan pada pelanggaran HAM dan Soeharto sebagai simbol KKN. “Gaya komunikasi emosional dan visual di TikTok menjadikan sejarah tampil sebagai ‘cerita yang menyentuh’, bukan perdebatan ideologis,” pungkas Ismail.

Komentar

Berita Populer

01

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

05

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

06

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

07

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

08

Polres Tanah Datar Tangkap Mahasiswa Diduga Edarkan Sabu

Berita Terbaru