Malang – Konflik panas mewarnai detik-detik akhir laga Arema FC kontra Persija Jakarta. Pelatih Arema FC, Marcos Santos, membeberkan pemicu keributan yang melibatkan staf kedua tim, yakni adanya caci maki terhadap pemainnya.
Insiden bermula dari tekel keras Paulinho Moccelin kepada winger Persija, Allano Lima. Tekel tersebut langsung memantik protes keras dari Allano serta ofisial tim pelatih Macan Kemayoran.
Santos mengungkapkan, sebenarnya ia berupaya memisahkan para pemain agar pertandingan dapat segera dilanjutkan. Namun, ia tak bisa menahan diri saat melihat staf pelatih Persija mencaci maki Paulinho.
“Saat saya mencoba mengeluarkan para pemain agar kami bisa kembali ke permainan lebih cepat, ada seorang anggota staf pelatih Persija yang memaki Paulinho, memaki para pemain kami,” ujar Santos dalam jumpa pers pascalaga.
Pelatih Singo Edan itu menegaskan ia tidak dapat menerima perilaku semacam itu. “Saya tidak bisa membiarkannya, saya tidak bisa menerimanya. Perilaku seperti itu tidak dapat diterima karena kami adalah pendidik terlatih,” imbuhnya.
Keributan itu membuat pertandingan tertunda beberapa menit, padahal waktu tambahan masih tersisa cukup lama. Wasit Yudi Nurcahya akhirnya bertindak tegas untuk meredakan situasi.
Wasit mengeluarkan kartu kuning untuk Paulinho dan Allano. Lebih lanjut, tiga kartu merah turut diberikan kepada ofisial kedua tim, dua untuk Persija dan satu untuk Arema.
Ofisial Persija yang diusir adalah pelatih kiper Gerson Rios dan asisten pelatih Italo Resende. Sementara itu, asisten pelatih Arema FC, Andre Caldas Costa, juga menerima kartu merah.
Marcos Santos kemudian menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia mengakui, keributan seharusnya tidak mewarnai duel sengit Arema FC dan Persija Jakarta.
“Saya minta maaf kepada para penggemar atas kejadian yang terjadi. Itu bagian dari permainan, ini darah Latin. Ini soal banyaknya orang Brasil yang terlibat dalam permainan,” tutur Santos. “Ini menjadi kejadian yang disesalkan. Itu tidak boleh terjadi.”


