IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Sport

Manchester City dan Premier League Berdamai, Akhiri Sengketa Sponsor

London – Manchester City dan Premier League secara resmi mengakhiri sengketa hukum terkait regulasi sponsor Associated Party Transactions (APT) setelah mencapai kesepakatan damai. Pengumuman pada 8 September 2025 ini menandai penerimaan Manchester City atas validitas aturan APT yang berlaku saat ini, sekaligus menghentikan proses arbitrase yang telah berlangsung sejak awal tahun.

Kesepakatan tersebut menegaskan bahwa regulasi APT tetap menjadi dasar hukum dalam pengawasan perjanjian komersial klub-klub. Baik Premier League maupun Manchester City sepakat untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai penyelesaian ini, demikian pernyataan bersama kedua belah pihak.

Aturan APT mengatur kontrak sponsor yang melibatkan perusahaan dengan keterkaitan langsung pada pemilik klub, termasuk entitas negara asal investor. Regulasi ini mengharuskan setiap kesepakatan sponsor melalui proses penilaian nilai pasar wajar (fair market value) guna memastikan nilai kontrak tidak melebihi standar pasar.

Sebelumnya, Manchester City menentang penerapan aturan tersebut melalui jalur hukum, dengan alasan regulasi itu bersifat diskriminatif. Sengketa ini bermula dari putusan arbitrase pada Februari 2025, yang menyatakan sebagian aturan APT periode 2021–2024 tidak sah.

Setelah putusan tersebut, Premier League merevisi regulasi dan memberlakukannya kembali dengan persetujuan mayoritas klub. Manchester City sempat menggugat ulang aturan versi baru tersebut, sebelum akhirnya mencapai penyelesaian damai pada September 2025.

Kesan Pertama Sandy Walsh Jalani Latihan Perdana Bersama Persib Bandung

Penyelesaian ini memberikan kejelasan signifikan mengenai mekanisme sponsor di Liga Inggris, terutama bagi klub-klub yang memiliki keterkaitan kepemilikan dengan investor dari negara tertentu.

Penting untuk dicatat bahwa kesepakatan ini tidak berhubungan dengan proses disipliner terpisah yang masih dihadapi Manchester City. Proses tersebut mencakup lebih dari 130 dugaan pelanggaran aturan liga dan akan tetap dilanjutkan secara terpisah oleh Premier League.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

03

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Profil Erling Haaland: Harapan Norwegia dan Kandidat Top Skor Piala Dunia 2026

06

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

07

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

08

Bencana Sumatra Rusak Parah 54 Sekolah; Siswa Belajar di Tenda

Berita Terbaru