JAKARTA, Gonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup pekan ketiga Agustus 2026 dengan catatan impresif setelah menguat 0,37 persen ke level 6.525,69 pada perdagangan Jumat (21/8/2026).
Lonjakan sebesar 24,10 poin ini menandai keberlanjutan tren positif pasar modal domestik yang telah terjaga selama dua hari berturut-turut.
Data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa kinerja mingguan IHSG tercatat sangat solid dengan total akumulasi kenaikan mencapai 3,55 persen.
Dominasi sektor infrastruktur menjadi motor penggerak utama pasar dengan kenaikan indeks sektoral sebesar 0,47 persen.
Sektor keuangan turut memberikan kontribusi signifikan bagi penguatan indeks dengan apresiasi sebesar 0,32 persen.
Indeks barang konsumen primer juga menunjukkan performa positif dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,23 persen.
Kondisi pasar yang relatif stabil juga didukung oleh sektor perindustrian dan logistik yang masing-masing naik sebesar 0,15 persen.
Sektor energi tidak ketinggalan dalam tren hijau dengan mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,14 persen pada akhir pekan kemarin.
Namun, tidak semua sektor mampu mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah dinamika perdagangan yang berlangsung.
Indeks sektor kesehatan mengalami koreksi paling dalam dengan penurunan mencapai 0,88 persen.
Sektor transportasi dan teknologi juga tertekan masing-masing sebesar 0,48 persen dan 0,46 persen.
Tekanan jual juga menyasar sektor properti dan real estat serta barang konsumen nonprimer yang kompak melemah 0,18 persen.
Volume transaksi harian tercatat cukup masif dengan total perdagangan mencapai 53,24 miliar saham.
Nilai transaksi yang dibukukan oleh para pelaku pasar sepanjang hari tersebut menyentuh angka Rp 16,99 triliun.
Secara keseluruhan, pasar menunjukkan sentimen positif dengan 319 saham ditutup menguat dibandingkan 294 saham yang berakhir di zona merah.
Sebanyak 178 saham lainnya tercatat stagnan tanpa perubahan harga berarti saat bel penutupan dibunyikan.
Daya tarik pasar Indonesia masih cukup kuat bagi investor mancanegara yang kembali mencatatkan aksi beli bersih atau net buy jumbo.
Data menunjukkan bahwa investor asing telah menyuntikkan dana sebesar Rp 974,57 miliar ke seluruh pasar saham domestik.
Meski demikian, aksi profit taking oleh pihak asing tetap terjadi pada sejumlah saham unggulan yang memicu tekanan jual cukup signifikan.
Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai net sell mencapai Rp 304,21 miliar.
Posisi berikutnya diikuti oleh PT Indosat Tbk (ISAT) dengan nilai penjualan bersih sebesar Rp 58,34 miliar.
Investor asing juga melakukan aksi jual pada saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 48,91 miliar.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan nilai net sell sebesar Rp 48,19 miliar di akhir pekan.
Daftar sepuluh saham dengan net sell terbesar asing juga mencakup PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 33,49 miliar.
Selanjutnya, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 30,33 miliar.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turut dilepas asing dengan nilai mencapai Rp 29,35 miliar.
Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga tidak luput dari aksi jual dengan nilai Rp 28,8 miliar.
Peringkat kesembilan ditempati PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai net sell sebesar Rp 25,44 miliar.
Peringkat terakhir dalam daftar sepuluh besar net sell adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dengan nilai Rp 21,27 miliar.


