Jakarta – Divisi ringan UFC menghadapi situasi pelik, memicu komentar pedas dari penantang teratas Arman Tsarukyan. Petarung Armenia ini terang-terangan menyebut Islam Makhachev lebih pantas menyandang status juara sejati dibanding Ilia Topuria, menyoroti perbedaan etos pertarungan kedua juara tersebut di tengah kekosongan gelar interim yang kontroversial.
Menurut Tsarukyan, perbedaan mendasar terletak pada keberanian dan kesediaan mereka dalam menghadapi lawan. Makhachev dinilai tidak pernah menghindar dari tantangan, siap menghadapi siapa pun yang disodorkan UFC tanpa pandang bulu.
Sebaliknya, juara bertahan Ilia Topuria dituding terlalu selektif dalam memilih musuh. Tsarukyan bahkan menyoroti keinginan Topuria untuk bertarung melawan “Si Orang WWE” Paddy Pimblett, yang disebutnya sebagai pilihan mudah.
“Ilia memang juaranya, tetapi saya lebih ingin Makhachev tetap berada di divisi kami,” kata Tsarukyan. “Karena dia tidak pernah kabur dari lawan-lawannya. Ilia selalu mencari pertarungan yang mudah.”
Petarung berjuluk “Ahalkalakets” ini berharap Makhachev tetap berada di kelas ringan, meyakini bahwa persaingan gelar akan lebih adil dan terbuka jika Makhachev yang memegang kendali. “Kami butuh juara sejati yang mau melawan penantang gelar yang sebenarnya,” tegasnya.
Situasi kelas ringan UFC memang sedang carut-marut. Setelah berhasil merebut gelar juara, Ilia Topuria justru memutuskan untuk mengambil cuti panjang karena masalah pribadi, meninggalkan divisi ini tanpa pemimpin aktif.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, UFC berencana menciptakan sabuk juara interim. Namun, keputusan mengejutkan muncul dengan penunjukan Justin Gaethje dan Paddy Pimblett sebagai perebut gelar sementara, yang dijadwalkan baru akan berlangsung pada awal tahun 2026.
Kondisi ini jelas membuat Arman Tsarukyan merasa dirugikan. Secara peringkat, ia adalah petarung paling layak untuk memperebutkan sabuk juara interim. Kemenangan impresifnya atas Dan Hooker pada November lalu seharusnya mengukuhkan posisinya sebagai penantang teratas di kelas ringan, namun kini ia harus menyaksikan kesempatan itu berpindah tangan.

