Jakarta – Kementerian Pertahanan menegaskan belum ada keputusan apa pun terkait pengadaan alutsista baru seiring kerja sama pertahanan Indonesia dan Jepang. Hingga kini, pembahasan masih berada pada tahap awal berupa penawaran dan penjajakan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, isu yang menyebut kerja sama tersebut langsung mengarah pada pembelian senjata perlu diluruskan. “Belum ada keputusan ataupun tahapan pengadaan,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Rico menjelaskan, setiap peluang kerja sama di bidang pertahanan, termasuk dengan Jepang, akan dikaji secara menyeluruh. Pemerintah, kata dia, akan menimbang kebutuhan operasional, kemampuan anggaran, transfer teknologi, serta kepentingan nasional Indonesia sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Di sisi lain, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut Jepang telah menawarkan sejumlah platform tempur untuk Indonesia. Tawaran itu mencakup kapal perang jenis fregat dan kapal selam.

