Gonesia – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendesak percepatan belanja negara di kuartal IV tahun 2025. Dengan hanya tersisa tiga bulan, pemerintah perlu merealisasikan sekitar Rp 1.292,7 triliun agar mencapai target belanja pemerintah pusat sebesar Rp 3.527,5 triliun, demi menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Hingga akhir September 2025, belanja negara tercatat mencapai Rp 2.234,8 triliun, atau 63,4 persen dari target *outlook*. Realisasi ini terbagi menjadi Rp 1.589,9 triliun untuk belanja pemerintah pusat dan Rp 644,9 triliun untuk Transfer ke Daerah (TKD).
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa belanja pemerintah pusat baru terealisasi 59,7 persen dari *outlook*. “Di tiga bulan terakhir kita melihat perlunya belanja, dan ini perlunya percepatan sekitar Rp 1.292,7 triliun untuk mencapai *outlook*,” kata Suahasil.
Percepatan ini, lanjutnya, sangat krusial untuk menjaga kesejahteraan dan daya beli masyarakat, serta penting bagi pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Kemenkeu akan terus mendorong kementerian/lembaga (K/L) untuk segera mempercepat penyerapan anggaran.
Secara rinci, belanja K/L baru mencapai Rp 800,9 triliun, menyisakan Rp 475 triliun yang harus dibelanjakan pada kuartal terakhir 2025. Kemenkeu mendorong K/L untuk segera merealisasikan anggaran tersebut dengan tetap memperhatikan tata kelola dan efisiensi kegiatan.
Selain itu, percepatan juga diperlukan untuk belanja non-K/L, khususnya belanja modal. Belanja ini umumnya akan digenjot menjelang akhir tahun, yaitu pada November dan Desember 2025, termasuk untuk pembangunan infrastruktur.


