Sport

Janice Tjen Debut WTA Sao Paulo Usai US Open 2025, Ini Faktanya

Sao Paulo – Petenis muda Indonesia, Janice Tjen (23), nyaris mengukir sejarah dengan meraih gelar juara di turnamen WTA Sao Paulo 2025 di Brasil. Meski tampil memukau sepanjang turnamen, langkahnya terhenti di partai final setelah dikalahkan petenis Prancis, Tiantsoa Rakotomanga Rajaona, pada Senin dinihari, 15 September 2025.

Bertanding di lapangan keras luar ruangan, Tjen menyerah dengan skor 3-6, 4-6. Kekalahan ini membuatnya harus puas sebagai runner-up. Namun, pencapaian ini menjadi catatan penting dalam kariernya, mengingat ia tampil di ajang WTA 250 ini sebagai penerima wildcard.

Sebelumnya, Janice Tjen telah menyedot perhatian di US Open 2025 setelah berhasil lolos kualifikasi dan melaju hingga babak kedua Grand Slam tersebut. Performa impresifnya berlanjut di Sao Paulo.

Atlet kelahiran Jakarta, 6 Mei 2002, menunjukkan kualitas terbaiknya di Parque Villa-Lobos, Sao Paulo. Ia mencapai babak final tanpa kehilangan satu set pun, memenangi lima pertandingan berturut-turut, dan mengalahkan beberapa unggulan.

Berdasarkan data WTA Tennis terkini, Janice Tjen kini menempati peringkat 103 dunia dengan rekor 63 kemenangan dan 12 kekalahan.

Persib Bandung Resmi Datangkan Balsa Sekulic Gantikan Andrew Jung

Dalam perjalanannya menuju final, Tjen menumbangkan unggulan ketujuh asal Prancis, Leolia Jeanjean, dengan skor 6-2, 6-3 dalam 1 jam 15 menit, menandai debut suksesnya di level WTA 250. Ia bermain agresif dengan akurasi servis yang sangat baik.

Di babak kedua, Tjen mendominasi petenis Slovakia Martina Okalova, menang telak 6-1, 6-0 kurang dari satu jam. Konversi *break point*-nya mencapai 71,4 persen dengan minim kesalahan.

Perempat final menjadi saksi ketangguhan Tjen saat ia menyingkirkan Alexandra Eala, unggulan ketiga asal Filipina, dengan skor 6-4, 6-1. Sempat tertinggal 0-2, Tjen bangkit dan memenangi 71 persen poin servis pertamanya.

Atlet jebolan National Collegiate Athletic Association (NCAA) di Amerika Serikat ini memastikan tempat di final dengan mengalahkan petenis Inggris, Francesca Jones, 7-6(0), 6-3 dalam 1 jam 34 menit. Ia unggul telak 7-0 di *tiebreak* set pertama.

Kiprah Janice Tjen di US Open 2025 juga menjadi sejarah penting bagi tenis Indonesia. Ia berhasil menembus babak utama Grand Slam setelah melewati kualifikasi ketat di USTA Billie Jean King Tennis Center, New York.

Evaluasi Performa Timnas Voli Putri Indonesia di AVC U18 2026

Pada babak kedua kualifikasi, Jumat malam, 22 Agustus 2025, Tjen mengalahkan petenis Polandia, Maja Chwaliska, 7-5, 7-5. Ia bangkit dari ketertinggalan 3-5 di set pertama dan menyelamatkan dua set point.

Di final kualifikasi, Tjen tampil percaya diri dan menaklukkan unggulan ketiga Jepang, Aoi Ito, 6-1, 6-2 hanya dalam 49 menit pada Jumat, 22 Agustus.

Memasuki babak utama US Open 2025, Tjen mengejutkan unggulan ke-24 asal Rusia, Veronika Kudermetova (peringkat 26 dunia), dengan kemenangan *rubber game* 6-4, 4-6, 6-4. “Saya merasa puas dengan performa saya hari ini,” ujarnya kala itu.

Perjalanan Grand Slam-nya terhenti di babak kedua setelah kalah dari Emma Raducanu, juara US Open 2021, dengan skor 2-6, 1-6 pada Rabu, 27 September.

Dalam karier profesionalnya, Tjen tidak hanya bermain di nomor tunggal putri, tetapi juga konsisten berkompetisi di ganda putri. Ia bahkan menjadi pemain utama untuk tim tenis putri Universitas Oregon Ducks (2020-2021) dan Universitas Pepperdine (2021-2024).

Gabung Persija, Pratama Arhan Siap Reuni dengan Shin Tae-yong

Ia menerima penghargaan ITF World Tennis Tour Player of the Month pada Mei dan Juni 2025.

Di Asian Games 2022 Hangzhou, Tjen mencapai babak 16 besar tunggal putri dan meraih perunggu di nomor ganda putri bersama Aldila Sutjiadi. Pasangan ini juga menjuarai ITF W35 Arcadia di California, Amerika Serikat, pada Februari 2025.

Janice Tjen juga mengoleksi beberapa gelar juara tunggal ITF, termasuk ITF W35 Taipei pada Juni 2025 setelah mengalahkan Momoko Kobori 4-6, 6-1, 6-2. Di ajang yang sama, ia menjuarai ganda bersama Sohyun Park dari Korea Selatan.

“Gelar juara di nomor tunggal dan ganda secara beruntun. Terima kasih kepada Sohyun atas kerja samanya. Saya sangat menikmati setiap momen bersama Anda di lapangan,” ungkap Tjen.

Tjen juga menjuarai tunggal putri ITF W35 Luzhou di Cina, mengalahkan petenis tuan rumah Fangzhou Liu 6-0, 6-4. Di nomor ganda, berpasangan dengan Priska Nugroho, ia meraih kemenangan atas Saki Imamura/Ikumi Yamazaki 6-4, 6-3.

Ia juga mencapai final tunggal dan meraih gelar ganda bersama Saki Imamura dari Jepang pada ITF W35 Goyang di minggu pertama Mei 2025.

Pencapaian Janice Tjen kembali menggaungkan kejayaan tenis tunggal putri Indonesia, mengingatkan pada era Yayuk Basuki dan Angelique Widjaja.

Yayuk Basuki pernah menduduki peringkat 19 WTA tunggal pada 1997, meraih enam gelar WTA tunggal, sembilan gelar ganda, perunggu Olimpiade 1996, dan empat emas Asian Games.

Angelique Widjaja, juara Wimbledon Junior 2001 dan French Open Junior 2002, pernah mencapai peringkat 55 WTA tunggal dan 15 ganda, serta meraih emas Asian Games 2002.

Janice Tjen kini menjadi petenis Indonesia ketiga yang mencapai final WTA Era Open setelah Yayuk Basuki (juara Pattaya Open 1991) dan Angelique Widjaja (juara Wismilak International 2001 dan Pattaya Open 2002).

Final WTA 250 Sao Paulo Open pada 15 September 2025 ini menandai pencapaian final pertama bagi petenis Indonesia sejak era Angelique pada 2002.

Ia juga memecahkan rekor semifinal WTA pertama dalam 23 tahun terakhir, menyamai pencapaian Angelique pada 2002 dan Yayuk pada 2004.

Dalam 1,5 tahun terakhir hingga 2025, Janice Tjen telah meraih 13 gelar ITF tunggal, dengan 100 kemenangan dari 113 pertandingan, menunjukkan transisi mulus dari junior ke profesional.

Dengan medali emas tunggal dan perak ganda di ASEAN School Games 2019, serta kontribusi signifikan di Billie Jean King Cup, Tjen meneruskan jejak prestasi internasional pendahulunya.

Dinobatkan sebagai “ITF Player of the Month” dua bulan berturut-turut pada Mei dan Juni 2025, Janice Tjen menjadi inspirasi dan simbol kebangkitan tenis Indonesia.

Yayuk Basuki bahkan memuji Janice sebagai “pewaris sah” era 90-an-2000-an. Dengan gaya *backhand* satu tangan kanan yang khas, Tjen membawa harapan agar tenis Indonesia kembali bersinar di kancah global setelah penantian 21 tahun.

Komentar