Chisinau – Asa Timnas Italia untuk lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 kembali terancam serius. Meski meraih kemenangan 2-0 atas Moldova, hasil tersebut tidak cukup mengangkat posisi Gli Azzurri di Grup I, memaksa mereka menghadapi skenario mustahil atau babak *playoff*.
Skenario lolos otomatis bagi juara dunia empat kali itu kini nyaris mustahil. Italia wajib mengalahkan Norwegia dengan selisih sembilan gol di Milan. Jika gagal, nasib Gli Azzurri akan ditentukan di babak *playoff* yang penuh risiko.
Ancaman absen di Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut, setelah edisi 2018 dan 2022, semakin nyata. Lawan-lawan kuat seperti Swedia atau Makedonia Utara, yang pernah menggagalkan langkah Italia, bisa saja kembali menjadi momok di fase *playoff*.
Ketidakpuasan suporter Italia memuncak di Chisinau. Sekitar 400 pendukung yang datang jauh-jauh melancarkan protes keras terhadap Federasi Sepak Bola Italia, para pemain, dan pelatih Gennaro Gattuso.
Gattuso, yang baru melatih sejak Juni 2025, tak tinggal diam. “Ini bukan saatnya menyuruh para pemain menanggung situasi ini. Sejujurnya, saya tidak terima dengan ejekan para penggemar. Sekarang kita semua harus tetap bersatu,” tegasnya.
Kemenangan 2-0 atas juru kunci Moldova sendiri didapat dengan susah payah, di mana gol pembuka baru tercipta melalui sundulan Gianluca Mancini pada menit ke-88. Hasil ini semakin menegaskan betapa mustahilnya target sembilan gol tanpa balas melawan Norwegia.
Mantan gelandang timnas Italia ini juga melayangkan kritik terhadap format kualifikasi Piala Dunia yang dinilai tidak adil. “Di masa saya, *runner-up* terbaik langsung ke Piala Dunia. Sekarang aturannya telah berubah,” keluh Gattuso. “Sistem di Eropa perlu diubah.”
Terlepas dari format, perjalanan kualifikasi Italia memang terjal sejak awal. Kekalahan telak 0-3 dari Norwegia bahkan sempat membuat pelatih Luciano Spalletti dipecat. Kontras dengan raksasa Eropa lainnya seperti Jerman, Spanyol, Inggris, dan Prancis yang melenggang mudah, Italia justru kesulitan.


