JAKARTA, Gonesia.com – Indosat Ooredoo Hutchison resmi melakukan transformasi strategis menuju perusahaan telekomunikasi berbasis kecerdasan buatan atau AI-Native Telco melalui kolaborasi mendalam dengan Huawei.
Langkah ini diwujudkan lewat peluncuran Agentic Technology Partnership yang mengintegrasikan keunggulan jaringan 5G Indosat dengan infrastruktur pintar milik Huawei.
Fokus utama dari kemitraan ini adalah penerapan teknologi kecerdasan buatan langsung ke dalam layanan komunikasi seluler harian pengguna.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah Next-Gen AI Mobile Calling yang menghadirkan fitur penerjemahan bahasa secara langsung selama panggilan berlangsung.
Teknologi ini memungkinkan percakapan antarbahasa diterjemahkan seketika baik dalam format suara maupun teks kepada lawan bicara.
Selain kemampuan translasi, sistem ini juga dibekali fitur peredam kebisingan berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan kejernihan suara di lingkungan yang berisik.
Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung, menyatakan bahwa pengembangan teknologi ini bertujuan memberikan dampak praktis bagi masyarakat.
“Manfaat AI tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologinya, tetapi juga cara teknologi ini memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari,” kata Desmond dalam acara peluncuran kemitraan strategis Huawei-Indosat Connected Intelligence: Empowering the Future of Intelligent Communication di Jakarta Pusat, Rabu (26/7).
Ia menambahkan bahwa perusahaan ingin mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam konektivitas yang sudah digunakan masyarakat sehari-hari untuk memecahkan hambatan komunikasi.
“Bersama Huawei, kami mengambil langkah penting untuk menghadirkan manfaat AI ke lebih banyak masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Inovasi lainnya mencakup fitur panggilan suara visual interaktif yang memungkinkan integrasi konten visual saat melakukan pemesanan layanan atau reservasi hotel.
Terdapat pula fitur IDOLCALL yang memungkinkan pengguna menampilkan avatar digital dari selebritas pilihan mereka pada layar ponsel selama durasi panggilan.
Transformasi ini tidak terbatas pada layanan suara, tetapi merambah ke sektor penyimpanan data melalui Intelligent and Intent-Driven Cloud Drive.
Layanan berbasis awan ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu pengguna mengelola, mengatur, dan membagikan berbagai konten digital secara lebih efisien.
Sistem ini mampu melakukan transkripsi otomatis serta membuat ringkasan dari dokumen panjang atau catatan hasil rapat penting.
Kemampuan kecerdasan buatan juga diterapkan untuk memperbaiki kualitas foto lama, melakukan penyuntingan otomatis, hingga meningkatkan resolusi gambar secara instan.
Chairman of the Board Huawei Indonesia, Xin Dajiang, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah krusial dalam membangun jaringan yang lebih cerdas dan proaktif di masa depan.
“Agentic Network bukan sekadar konsep teknologi, melainkan arah yang sedang dituju bersama oleh Huawei dan IOH. Di masa depan ini, jaringan akan menjadi lebih cerdas, layanan akan lebih proaktif, dan ekosistem akan menjadi lebih terbuka,” kata Xin.
Ia memastikan pihaknya akan mengerahkan seluruh keahlian dalam infrastruktur cloud dan konektivitas untuk mendukung ambisi Indosat menjadi pemimpin telekomunikasi berbasis AI.
Inisiatif ini diproyeksikan sebagai fondasi jangka panjang bagi Indosat untuk terus memperbarui arsitektur jaringan dan layanan digital mereka di Indonesia.


