JAKARTA, Gonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 0,7 persen atau setara 44,59 poin ke posisi 6.450 pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (27/8).
Seluruh sektor saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak bergerak di zona hijau.
Data perdagangan menunjukkan volume transaksi sepanjang sesi pertama mencapai 18,22 miliar saham.
Frekuensi perdagangan tercatat cukup ramai dengan total 1,05 juta kali transaksi.
Nilai transaksi yang dibukukan pasar mencapai Rp 6,38 triliun hingga penutupan sesi siang.
Kapitalisasi pasar keseluruhan saat ini berada di angka Rp 11.348 triliun.
Di balik tren penguatan indeks, saham-saham perbankan raksasa menunjukkan performa yang cukup bervariasi.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau naik 0,39 persen ke level 6.375.
Berbanding terbalik, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) justru melemah 0,32 persen ke level Rp 3.120.
Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tampak bergerak stagnan di level 4.169.
Dominasi transaksi pada sesi siang ini dipegang oleh saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSAA).
Nilai transaksi saham tersebut tercatat mencapai Rp 274 triliun.
Di tengah optimisme pasar, sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga yang cukup tajam dan masuk dalam jajaran top gainers.
PT MD Entertainment Tbk (FILM) memimpin penguatan dengan kenaikan 9,33 persen ke harga Rp 820.
Selanjutnya, saham PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menguat sebesar 8,75 persen ke level Rp 2.050.
Saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga turut menghijau dengan kenaikan 5,56 persen ke posisi Rp 38.
Namun, tidak semua emiten menikmati sentimen positif yang ada di pasar hari ini.
Beberapa saham justru mengalami tekanan jual yang cukup dalam dan masuk ke daftar top losers.
PT PP Property Tbk (PPRO) mencatatkan penurunan harga sebesar 6,25 persen ke level Rp 15.
Saham PT Merdeka Emas Resources Tbk (EMAS) juga terkoreksi 1,92 persen ke level Rp 8.950.
Selain itu, PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) mengalami pelemahan sebesar 8,11 persen ke harga Rp 102.
Secara teknis, pergerakan indeks hari ini menunjukkan adanya akumulasi beli yang merata di berbagai sektor.
Sentimen positif dari seluruh sektor yang parkir di zona hijau menjadi motor utama penggerak IHSG.
Para pelaku pasar terlihat masih mempertahankan optimisme meski terdapat volatilitas pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Keberhasilan IHSG menembus level 6.450 mencerminkan ketahanan pasar domestik terhadap dinamika ekonomi global.
Aktivitas perdagangan yang mencapai lebih dari satu juta kali transaksi mengindikasikan likuiditas pasar tetap terjaga.
Investor kini menanti kelanjutan arah pergerakan pasar pada sesi kedua perdagangan sore nanti.
Kestabilan nilai tukar dan rilis data ekonomi regional diperkirakan akan menjadi faktor penentu tren IHSG hingga penutupan bursa.


