IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Harga Emas Tembus Rekor Tertinggi, Pasar Antisipasi Kebijakan The Fed

Grafik kenaikan harga emas dunia yang menyentuh rekor tertinggi baru di pasar internasional.
Harga emas dunia kembali mencatatkan penguatan signifikan hingga menembus level tertinggi baru pada perdagangan Selasa (25/8).

JAKARTA, Gonesia.com – Harga emas dunia kembali mencatatkan tren penguatan signifikan pada perdagangan Selasa (25/8) dengan menembus level tertinggi sejak pertengahan Mei 2026.

Lonjakan harga komoditas logam mulia ini dipicu oleh akumulasi sentimen positif dari kebijakan fiskal Amerika Serikat serta antisipasi pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve.

Data pasar menunjukkan harga emas spot meningkat 0,6% ke level US$4.676,75 per ons troi pada pukul 00.26 GMT.

Pencapaian ini terjadi setelah emas sempat menyentuh posisi harga tertinggi yang belum pernah terlihat sejak 14 Mei lalu.

Di saat bersamaan, kontrak emas berjangka AS juga mencatatkan apresiasi sebesar 0,8% hingga bertengger di posisi US$4.734,50 per ons troi.

Cara Daftar PPIH Kesehatan 2027: Syarat, Formasi, dan Jadwal Lengkap

Momentum kenaikan harga emas ini sebenarnya telah terbangun kuat sejak pekan lalu.

Pemicu utamanya adalah pengumuman resmi dari Departemen Keuangan AS mengenai rencana penggandaan operasi pembelian kembali surat utang negara tenor panjang.

Kebijakan tersebut secara langsung memberikan dorongan daya beli bagi para investor emas di pasar global.

Saat ini, fokus pelaku pasar mulai bergeser pada rilis data inflasi AS yang akan diumumkan pada hari Rabu mendatang.

Data Personal Consumption Expenditures (PCE) menjadi sorotan utama karena merupakan indikator inflasi yang menjadi acuan kebijakan The Fed.

Swayasa Prakarsa Segera IPO, Simak Prospek Saham Emiten Kesehatan Ini

Selain data inflasi, investor juga menantikan pidato perdana Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam konferensi tahunan Jackson Hole minggu ini.

Pernyataan Warsh dipandang krusial untuk memberikan kejelasan mengenai lonjakan imbal hasil obligasi AS.

Pasar juga ingin memastikan independensi The Fed di bawah kepemimpinan Warsh dari tekanan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Melihat kondisi tersebut, lembaga keuangan internasional Citi memberikan pandangan optimis terhadap kelangsungan tren harga logam mulia.

“Reli emas masih memiliki ruang untuk berlanjut,” ujar Citi dalam catatan analisisnya yang dikutip dari Kontan.

DPR RI Resmi Tetapkan M. Sarjito Jadi Kepala Pengawas BMKS

Sebagai bentuk keyakinan tersebut, Citi telah menaikkan target harga emas untuk periode tiga bulan ke depan menjadi US$4.800 per ons troi.

Angka ini merupakan revisi ke atas dari proyeksi sebelumnya.

Untuk cakrawala investasi jangka menengah hingga panjang, yakni enam hingga 12 bulan ke depan, Citi tetap mempertahankan target di angka US$5.000 per ons troi.

Beberapa faktor pendukung yang diyakini akan menjaga harga emas tetap tinggi meliputi penurunan ketegangan di Selat Hormuz serta ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih longgar.

Penurunan suku bunga riil juga menjadi katalisator penting bagi pergerakan harga komoditas ini di masa depan.

Di sisi geopolitik, AS diketahui telah memperluas sanksi terhadap Iran guna membatasi sumber pendanaan ekonomi negara tersebut.

Kendati demikian, langkah tersebut dinilai belum mencapai intensitas sanksi paling ekstrem.

Sanksi tersebut saat ini lebih berfungsi sebagai peringatan global agar pihak lain menghentikan aktivitas bisnis dengan Iran.

Sementara itu, di sektor pasokan fisik, pasar emas Ghana kini menghadapi tantangan serius terkait kendala pendanaan.

Lembaga pemasaran emas artisanal, GoldBod, dilaporkan belum menyalurkan dana kepada para pemasok selama tiga pekan terakhir.

Situasi ini memaksa sejumlah pelaku usaha untuk menghentikan operasional pembelian emas atau terpaksa mencari pinjaman modal tambahan.

Sentimen positif pada emas juga menular ke logam mulia lainnya di pasar global.

Harga perak spot tercatat naik 0,5% menjadi US$69,29 per ons troi.

Logam platinum juga menunjukkan penguatan sebesar 0,3% ke angka US$1.880,78 per ons troi.

Terakhir, harga palladium terpantau menguat tipis sebesar 0,2% menjadi US$1.359,14 per ons troi.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

03

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

06

Profil Erling Haaland: Harapan Norwegia dan Kandidat Top Skor Piala Dunia 2026

07

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

08

Bencana Sumatra Rusak Parah 54 Sekolah; Siswa Belajar di Tenda

Berita Terbaru