JAKARTA – Sebanyak 20 unit truk dari pihak swasta disiapkan untuk mempercepat proses pengangkutan sampah yang selama ini menggunung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Sebanyak 20 truk dari pihak swasta disiapkan untuk mempercepat proses pengangkutan sampah yang selama ini menggunung di kawasan tersebut," ujar Dwi Firmansyah saat dikonfirmasi pada Rabu (1/4/2026).
Keterlibatan pihak swasta merupakan bagian dari upaya optimalisasi pengelolaan sampah sesuai regulasi yang berlaku.
"Ke depan pengangkutan di Pasar Induk Kramat Jati akan dilakukan melalui swastanisasi, bekerja sama dengan pihak ketiga yang berizin," ucap Dwi Firmansyah.
Menurutnya, sebanyak 20 unit truk dari pihak swasta akan dikerahkan secara bertahap untuk menangani volume sampah yang tinggi di pasar tersebut.
"Penambahan armada ini diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan dan mencegah kembali terjadinya penumpukan," kata Dwi Firmansyah.
Saat ini, proses pengangkutan masih dilakukan secara kombinasi. Sebanyak lima unit truk masih dikerahkan untuk membantu penanganan awal sambil menunggu kesiapan penuh armada swasta.
"Untuk sementara masih ada lima unit yang membantu pengangkutan. Nanti akan dilepas setelah pihak swasta siap mengambil alih sepenuhnya," terang Dwi Firmansyah.
Selain meningkatkan kapasitas angkut, langkah ini diharapkan membuat sistem pengelolaan sampah menjadi lebih cepat, terjadwal, dan efisien.
"Sehingga permasalahan sampah yang sempat mengganggu aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati dapat selesai," kata Dwi Firmansyah.
Dwi Firmansyah optimistis, dengan tambahan armada yang signifikan dari pihak swasta, persoalan tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung dapat segera teratasi.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup melanjutkan bantuan armada dengan mengerahkan 13 unit truk pengangkut sampah untuk mengurangi sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati.
"Sampai hari ini juga ada kendaraan kami di sana masih membantu. Hari ini kami kerahkan 13 unit truk pengangkut sampah," kata Julius Monangta di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (30/3/2026).
Julius Monangta menegaskan, bantuan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur tidak dibatasi waktu tertentu, melainkan akan terus dilakukan hingga kondisi sampah di lokasi benar-benar tertangani dengan baik.
Selain itu, Julius Monangta juga memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan secara maksimal dengan target akhir seluruh sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat dibersihkan sepenuhnya.
Dari pantauan di lokasi, gunung sampah setinggi kurang lebih enam meter masih terlihat dengan jelas. Aroma busuk dari sampah sayuran, buah, dan segala macam tercampur dan sudah tercium dari kejauhan.
Di sisi ujung gunung sampah, ada kendaraan berat untuk menyerok agar tidak berantakan ke jalanan. Akibat gunungan sampah tersebut, tembok yang berada tepat di belakang tumpukan sampah setinggi kurang lebih enam meter roboh.
Material beton serta tiang penyangga terlihat ambruk dan sebagian masuk ke saluran air di bagian bawah.
Tak hanya itu, sampah berupa sisa sayuran dan buah-buahan dari TPS juga tampak terbawa hingga ke dalam saluran air. Kondisi ini berpotensi menyumbat aliran dan memperparah kondisi lingkungan.
Area di belakang TPS ini merupakan lahan kosong yang dimanfaatkan warga sekaligus sebagai tempat bermain anak-anak. Jalan setapak di dekat gunungan sampah tersebut juga menjadi akses warga sehari-hari.

