Jakarta – Abdi menyebut, pemilihan lingkungan sekolah, seperti SMAN 8 Jakarta, menjadi bagian dari strategi BPJS Kesehatan untuk menjangkau generasi muda sejak dini. Selain sebagai peserta potensial, pelajar dinilai memiliki peran sebagai agen perubahan yang dapat mendorong pemahaman keluarga dan lingkungan sekitarnya terhadap pentingnya Program JKN.
Untuk meningkatkan literasi, BPJS Kesehatan melibatkan Duta Muda BPJS Kesehatan sebagai ujung tombak penyebaran informasi JKN di lingkungan sekolah. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu siswa memahami JKN dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami.
"Kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini bahwa Program JKN adalah tanggung jawab bersama. Generasi muda memiliki peran penting untuk ikut menjaga keberlangsungan program ini, dimulai dari lingkungan terdekat mereka," kata Abdi.
Wakil Kepala SMA Negeri 8 Jakarta Bidang Sarana dan Prasarana, Gatot Handoko menyambut baik pelaksanaan BPJS Menyapa sebagai upaya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya Program JKN sejak dini. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan siswa di luar kurikulum, tetapi juga membentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab generasi muda terhadap program kesehatan nasional.
Bukan hanya itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk berkontribusi dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.
"Kami memiliki sebutan kepada para murid sebagai generasi emas. Harapannya dengan adanya sebutan ini bisa menjadi doa para siswa kami menjadi generasi emas sehingga bisa membantu mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045," tegas Handoko.

