Jakarta – Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBoC) secara signifikan memperluas kerja sama keuangan, meluncurkan uji coba pembayaran QRIS lintas negara dan memperkuat skema Local Currency Transaction (LCT). Langkah strategis ini segera mendongkrak efisiensi transaksi perdagangan dan investasi kedua negara, menyusul lonjakan nilai LCT yang hampir tiga kali lipat mencapai Rp 102,2 triliun pada paruh pertama tahun ini.
Data Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai transaksi LCT antara Indonesia dan Tiongkok melonjak drastis. Sepanjang Januari hingga Juli 2025, total transaksi mencapai ekuivalen 6,23 miliar dollar AS atau sekitar Rp 102,2 triliun (kurs Rp 16.416 per dollar AS). Angka ini hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya sebesar 2,17 miliar dollar AS (Rp 35,6 triliun).
Kerja sama ini diharapkan menjadikan transaksi perdagangan, investasi, hingga belanja sehari-hari antara kedua negara lebih efisien, praktis, dan aman. Selain itu, inisiatif ini tidak hanya mendorong kemajuan teknologi, tetapi juga memperkuat posisi rupiah di pasar global serta membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia. Pencapaian ini menjadi tonggak penting menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan keyakinannya bahwa partisipasi pelaku usaha dan kolaborasi ekonomi Indonesia-Tiongkok akan terus berkembang. “Langkah ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi bilateral dan membangun ekosistem keuangan yang lebih terhubung, aman, dan inklusif,” ujar Perry dalam keterangannya, seperti dikutip Minggu (14/9/2025).
Senada, Gubernur People’s Bank of China (PBoC), Pan Gongsheng, menegaskan tanggung jawab bersama antara Tiongkok dan Indonesia sebagai dua negara berkembang besar di Asia dalam menghadapi dinamika global. Ia menambahkan, hubungan dagang dan investasi kedua negara terbangun dari fondasi kerja sama keuangan yang solid, sehingga penguatan kolaborasi ini sangat penting.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas pembayaran lintas batas, BI dan PBoC telah memulai uji coba terbatas (sandbox) pembayaran berbasis QRIS antarnegara pada September 2025. Program inovatif ini melibatkan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) bersama mitra industri pembayaran Tiongkok, UnionPay International.
Perry Warjiyo menambahkan bahwa uji coba QRIS lintas batas merupakan tonggak sejarah baru yang membuat layanan keuangan lebih inklusif, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat di kedua negara.
Komitmen penguatan LCT dengan Tiongkok ini juga sejalan dengan capaian Indonesia bersama sejumlah negara mitra lainnya. Pada periode Januari-Juli 2025, transaksi LCT dengan Malaysia mencapai ekuivalen 2,03 miliar dollar AS, Thailand 644 juta dollar AS, Jepang 5,08 miliar dollar AS, Korea Selatan 85 juta dollar AS, dan Uni Emirat Arab (UEA) 72 juta dollar AS.
Kerja sama LCT dan uji coba QRIS antarnegara ini membawa sejumlah manfaat signifikan. Bagi negara, inisiatif ini mendorong pengembangan pasar valuta asing, berkontribusi pada kegiatan ekspor-impor dan investasi, memfasilitasi transaksi perdagangan surat berharga, serta memperkuat stabilitas mata uang lokal.
Sementara bagi pelaku usaha, kerja sama ini mengurangi biaya transaksi, meningkatkan efisiensi waktu, memperluas pasar ekspor Indonesia, dan membuka peluang investasi dengan mata uang lokal.
Bank Indonesia optimistis bahwa kolaborasi ini akan terus mengembangkan integrasi sistem pembayaran dan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok, sekaligus memperkuat peran rupiah di kancah internasional.

