Berita

Bareskrim Polri Jerat Keluarga Bandar Narkoba Ko Erwin dengan TPPU

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengusut tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus peredaran narkoba yang melibatkan Erwin Iskandar alias Ko Erwin.

"Intinya penanganan narkoba saat ini ditingkatkan lebih ke TPPU. Tidak hanya mengungkap tindak pidana asalnya saja, jadi lebih dikembangkan untuk memiskinkan para pelaku peredaran narkoba," kata Eko Hadi Santoso di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (24/4).

Penyidik telah menangkap istri dan dua anak Ko Erwin. Mereka ditetapkan sebagai tersangka kasus pencucian uang yang berkaitan dengan bisnis narkoba Ko Erwin. Eko menyatakan rincian barang bukti sitaan akan disampaikan setelah pemeriksaan intensif selesai.

Istri dan dua anak Ko Erwin dibawa ke Gedung Bareskrim Polri setelah ditangkap di Kabupaten Sumbawa dan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Eko menjelaskan ketiga tersangka akan ditahan setelah gelar perkara memenuhi unsur hukum.

"Begitu cukup unsur, digelarkan dulu, dilakukan penahanan. Untuk menentukan penahanan, harus digelarkan melalui beberapa pihak supaya unsurnya terpenuhi," ucap Eko.

DPD Minta Pembenahan Dapur MBG Dilakukan Terukur

Ko Erwin merupakan tersangka kasus peredaran narkoba yang diduga terlibat dalam jaringan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. Keterlibatan Erwin terungkap dari pengembangan kasus narkoba yang menjerat mantan Kepala Satresnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi. Erwin diduga berperan dalam sindikat perdagangan narkoba dan memberikan aliran dana besar kepada oknum personel agar bisnisnya berjalan tanpa hambatan di Bima Kota, Nusa Tenggara Barat.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru