Jakarta, Gonesia.com – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan perlunya akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional guna melepaskan Indonesia dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap yang telah berlangsung selama tiga dekade.
Ia menyoroti stagnasi posisi ekonomi Indonesia yang belum berhasil bertransformasi menjadi negara berpenghasilan tinggi sejak lepas dari kategori negara berpendapatan rendah pada tahun 1993.
Kondisi tersebut disampaikan Rachmat dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR pada Kamis (27/8).
Menurut data Katadata, ia menegaskan bahwa tantangan utama Indonesia saat ini adalah melompati batas ekonomi menengah yang selama ini menghambat kemajuan daya saing nasional.
Ia menyatakan, “Indonesia sudah terlalu lama di dalam ekonomi pendapatan menengah. Sejak tahun 1993 menurut catatan kami, Indonesia memang sudah keluar dari kategori pendapatan rendah, namun tetap belum bisa melompat menjadi negara berpenghasilan tinggi.”
Pemerintah kini menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6% dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 sebagai langkah strategis menuju sasaran Asta Cita tahun 2029.
Rachmat menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi prasyarat mutlak untuk memperluas kapasitas produksi dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Ia menambahkan, “Pertumbuhan ekonomi tinggi diperlukan untuk memperbesar kapasitas produksi nasional. Pertumbuhan ekonomi tinggi diperlukan untuk memperluas kesempatan kerja, dan pertumbuhan ekonomi tinggi juga dibutuhkan agar daya saing industri kita terus meningkat.”
Selain fokus pada angka, ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan untuk menekan kesenjangan sosial yang masih terjadi.
Pengalaman menghadapi krisis ekonomi 1998 serta pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas di tengah potensi guncangan ekonomi global.
Oleh karena itu, strategi penguatan produktivitas dan percepatan industrialisasi menjadi fokus utama dalam kebijakan ekonomi pemerintah ke depan.
Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan investasi guna mendukung terciptanya lapangan kerja yang lebih berkualitas bagi angkatan kerja nasional.
Ia menyebut, “Target tersebut harus kita capai dengan optimisme, namun tetap harus realistis melalui penguatan produktivitas, melalui peningkatan investasi, melalui percepatan industrialisasi untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas.”
Langkah konkret lainnya mencakup pengembangan industri strategis dan peningkatan produksi pangan nasional untuk menjaga ketahanan ekonomi domestik.
Pemerintah turut merencanakan program peningkatan produktivitas bagi 10 juta penduduk melalui Prokesra guna memastikan pemerataan ekonomi hingga ke lapisan masyarakat terbawah.
Upaya ini diproyeksikan sebagai trajektori jangka panjang untuk memastikan Indonesia mampu bersaing di kancah global sebagai negara dengan pendapatan tinggi.
Transformasi ekonomi ini diharapkan tidak hanya mengandalkan sektor komoditas, tetapi juga melalui penguatan daya saing industri manufaktur dan sektor jasa.
Stabilitas ekonomi tetap menjadi prioritas utama di tengah tantangan global yang dinamis.


