Berita

Arief Pramuhanto Tegaskan Tak Korupsi dalam Surat Salemba

surat-dari-salemba,-arief-pramuhanto:-saya-tidak-korupsi
Surat dari Salemba, Arief Pramuhanto: Saya Tidak Korupsi

Jakarta – Arief Pramuhanto, yang kini mendekam di Rutan Salemba, menumpahkan kegelisahannya lewat surat tangan berjudul Surat dari Salemba. Dalam pesan itu, ia menegaskan harapannya agar keadilan ditegakkan, sekaligus membantah telah melakukan korupsi seperti yang diputuskan dalam kasasi Mahkamah Agung.

Melalui surat yang disampaikan kepada publik lewat salah satu kuasa hukumnya di Jakarta, Senin 1 Juni 2026, Arief menyatakan bahwa selama persidangan tidak pernah terbukti adanya niat jahat atau mens rea untuk merugikan negara. Ia juga menolak tudingan bahwa dirinya mengambil uang negara demi memperkaya diri sendiri maupun orang-orang terdekat.

“Demi Allah dan Rasulullah, saya tidak pernah melakukan hal nista tersebut,” tulis Arief dalam suratnya.

Arief menempatkan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni sebagai momen refleksi, bukan sekadar seremoni. Ia mempertanyakan apakah keadilan benar-benar sudah hadir bagi semua warga negara, terutama bagi mereka yang masih mencari keadilan.

Dalam suratnya, Arief juga menyinggung masa pandemi Covid-19 enam tahun lalu. Saat banyak orang diminta bekerja dari rumah, ia mengaku memilih berada di garis depan untuk memastikan distribusi obat dan alat kesehatan berjalan cepat dan tepat.

Prabowo-Megawati Tunjukkan Keakraban, Elite Politik Diminta Mencontoh

Ia menyebut telah mengabdikan waktu, pikiran, dan tenaganya saat menjabat Direktur Utama PT Indofarma untuk membantu negara menghadapi krisis kesehatan tersebut.

Namun, menurut Arief, situasinya kini berbalik. Ia mengaku justru dituduh menyalahgunakan kewenangan atas kebijakan di masa pandemi. Arief mempertanyakan mengapa kerugian bisnis murni perusahaan disederhanakan dan dikriminalisasi menjadi perkara pidana korupsi.

Ia juga menolak jika jabatan komisarisnya di PT Indofarma Global Medika dijadikan dasar untuk memikul tanggung jawab pidana atas persoalan operasional yang, menurut dia, berada di luar kewenangannya.

Di akhir suratnya, Arief berharap Hari Lahir Pancasila dimaknai lebih dari sekadar upacara tahunan. Ia menekankan bahwa keadilan sosial harus benar-benar dirasakan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang sedang berjuang mencari keadilan.

Komentar
70 Anak Disabilitas Padang Panjang Nikmati Nobar Inklusif di Bioskop

Berita Populer

01

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

02

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

03

Purbaya Hitung Potensi Pendapatan Ekspor melalui DSI

04

Prabowo-Megawati Tunjukkan Keakraban, Elite Politik Diminta Mencontoh

05

Panduan Lengkap Alur Transisi Ekspor via DSI Berlaku Mulai Besok

06

Soccer Jurnalis Kejar Gelar Juara JPS Minisoccer Cup 2026

07

Energi Mega Persada Salurkan Dana Obligasi untuk Pinjaman Anak Usaha

08

Strategi Menghadapi Volatilitas Pasar Modal pada Produk Unit Link Saham

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com