JAKARTA – Gubernur Banten Andra Soni memastikan kondisi Revan (16), seorang warga Baduy Dalam yang menjadi korban pembegalan saat berjualan madu di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kini berangsur membaik. Kunjungan empati ini dilakukan di Rumah Singgah Badan Penghubung Provinsi Banten, Jalan Tebet Timur Raya No 51 Jakarta, pada Jumat (7/11/2025).
“Alhamdulillah, kondisi Revan sudah membaik. Sempat ada infeksi, tapi sudah ditangani,” ungkap Andra Soni melalui akun TikTok resminya. Ia berharap proses pemulihan Revan, yang harus menerima sepuluh jahitan akibat luka bacokan di tangan, dapat berjalan lancar.
Pemerintah Provinsi Banten, tegas Andra, saat ini fokus memberikan pendampingan dan pemulihan kondisi fisik serta mental Revan. Ia juga menegaskan, penegakan hukum terkait insiden ini sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Sudah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian untuk segera bisa menemukan pelaku dan bisa dijerat dengan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Andra berdialog dengan perwakilan keluarga Revan, Ata. Ata menyampaikan harapan agar kepolisian segera menangkap pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. “Segera ditangkap dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Ata. Keluarga juga meminta pengawalan dari Pemprov Banten untuk perjalanan pulang mereka ke kampung halaman.
Insiden pembegalan yang menimpa Revan terjadi pada Minggu (26/10/2025) sekitar pukul 04.00 WIB. Akibat peristiwa tragis tersebut, Revan tidak hanya mengalami luka bacok di bagian tangan, tetapi juga kehilangan uang tunai sekitar Rp 3 juta, sepuluh botol madu dagangannya, serta satu ponsel pinjaman milik temannya.


