IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Data JPPI: 1.833 Orang Keracunan Makanan Massal dalam Sepekan, Jatim Tertinggi

Jakarta –, Jumlah korban keracunan program makan bergizi gratis menembus angka 10.482 anak hingga 4 Oktober 2025. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) melaporkan adanya penambahan 1.833 kasus baru dalam sepekan terakhir, memicu kekhawatiran serius akan keselamatan anak-anak penerima program tersebut.

Koordinator JPPI, Ubaid Matraji, menyebut kenaikan jumlah korban keracunan pekan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata mingguan selama September, yang mencapai 1.534 anak per minggu. Penambahan ribuan korban ini terjadi dalam rentang 29 September hingga 4 Oktober 2025.

Ubaid juga merinci lima provinsi dengan kasus keracunan terbanyak dalam sepekan terakhir. Jawa Timur mencatat 620 korban, disusul Jawa Barat (555 orang), Jawa Tengah (241 orang), Sumatera Barat (122 orang), dan Nusa Tenggara Timur (100 orang).

Menurut Ubaid, tingginya kasus keracunan setiap minggu mengindikasikan bahwa insiden ini bukan sekadar kelalaian, melainkan ada faktor pembiaran terhadap keselamatan anak. Lonjakan korban ini juga menunjukkan bahwa langkah pemerintah yang hanya menutup sebagian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak efektif mencegah keracunan.

JPPI berpendapat, satu-satunya cara untuk menghentikan kasus keracunan adalah dengan menutup seluruh SPPG. Pemerintah, kata Ubaid, harus menghentikan operasi semua dapur program makan bergizi gratis selama proses investigasi dan perbaikan kualitas berlangsung. “Selama dapur MBG masih beroperasi, korban akan terus berjatuhan,” tegasnya.

BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

Sebelumnya, dalam rapat lintas Kementerian pada 28 September, pemerintah sepakat hanya menutup SPPG yang bermasalah. SPPG yang belum pernah menyebabkan keracunan tetap diizinkan beroperasi, namun diwajibkan memperbaiki kualitas pelayanan dan kebersihan dapur dengan mengurus Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Meskipun tidak dilakukan moratorium total, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, pada 1 Oktober 2025, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki tata kelola program makan bergizi gratis sebaik mungkin. “Sehingga apa yang diberikan oleh pemerintah itu aman untuk dikonsumsi,” ujar Dadan.

Komentar

Berita Populer

01

Polres Tanah Datar Tangkap Mahasiswa Diduga Edarkan Sabu

02

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

03

BSPS Bangun Rumah Layak, Hidupkan Ekonomi Lokal

04

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

05

Zulhas Gagal Stabilkan Harga, Minyakita Justru Melambung

06

Robert Redford: Ikon Hollywood Abadi, Menorehkan Sejarah di Dunia Film

07

Hakim Kasus Riva Siahaan Ajukan Dissenting Opinion, Soroti Kerugian Negara

08

Kebakaran Masjid Istiqlal Picu Kepanikan Jemaah, Pemadam Kebakaran Bergerak Cepat

Berita Terbaru