IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Pendaki Gunung Lepas Tali Pengaman, Terjatuh dari Lereng Akibat Konten.

Sichuan – Seorang pendaki dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari Nama Peak di Sichuan, China. Korban melepas tali pengaman demi mengambil foto sebelum akhirnya terperosok pada 25 September 2025. Insiden tragis ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.

Pria berusia 31 tahun yang diidentifikasi bermarga Hong ini dilaporkan tersandung crampon—pelat logam berpaku yang dipasang pada sepatu bot—saat mencoba berdiri. Ia kemudian terjatuh dari ketinggian sekitar 100 hingga 200 meter.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik mengerikan saat korban terperosok ke bawah gunung. Rekan-rekan korban hanya bisa menyaksikan kejadian tragis tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa, salah satunya bahkan sempat merekam.

Video tersebut diunggah oleh akun X @volca*** pada Sabtu (27/9/2025). Hingga Kamis (2/10/2025), tayangan ulang video tersebut telah mencapai lebih dari 1,8 juta kali.

Beberapa jam setelah kejadian, jasad Hong ditemukan di ketinggian 5.300 meter.

BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa kelompok pendaki Hong tidak melaporkan ekspedisinya kepada pihak berwenang. Padahal, pendaftaran resmi merupakan prosedur wajib untuk menjamin keselamatan dan mempermudah evakuasi dalam keadaan darurat, mengingat area tersebut termasuk zona terlarang.

Kerabat korban menyebutkan bahwa ini adalah kunjungan pertama Hong ke Nama Peak. Dengan ketinggian 5.588 meter, Nama Peak secara teknis merupakan sub-puncak Gunung Gongga.

Lokasinya terpencil jauh di dalam zona perlindungan Gongga, sehingga pendaki harus menempuh jarak jauh hanya untuk mencapai base camp. Pendakiannya mencakup beberapa tahapan pendakian gunung yang seringkali membutuhkan waktu beberapa jam untuk mencapai puncak.

Nama Peak sendiri dikenal sebagai jalur pendakian dengan tingkat kesulitan tinggi, yang menuntut pendaki beradaptasi dengan baik terhadap ketinggian dan menjaga rutinitas olahraga harian. Pada musim dingin, lapisan es, jurang terjal, serta ketinggian ekstrem dapat meningkatkan bahaya, bahkan bagi pendaki berpengalaman.

Komentar
Adang Soroti Kesiapan Polres Jakut Terapkan KUHP-KUHAP Baru