Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan mulai September hingga November 2025. Peralihan musim dari kemarau ke hujan ini diperkirakan datang lebih cepat dari biasanya.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan puncak musim hujan di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan diprediksi terjadi pada November-Desember mendatang.
Sementara itu, puncak musim hujan untuk sebagian besar Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua diperkirakan baru akan tiba pada Januari-Februari tahun depan.
BMKG mengkhawatirkan potensi kejadian bencana hidrometeorologis akan semakin panjang karena puncak musim hujan tidak serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Peningkatan curah hujan terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator, gelombang Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO).
Selain itu, keberadaan bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra serta pola siklonik di sekitar Kalimantan Utara turut memperkuat potensi hujan.
Untuk periode 15-18 September, BMKG meminta beberapa daerah berikut mewaspadai hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang: Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.


