Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat (9/10), setelah bertahan di level 6.025 atau naik 0,35%. Meski bergerak di zona hijau, aksi jual asing masih membayangi dengan catatan net foreign sell sebesar Rp32,05 miliar.
Mengacu data Korea Investment and Sekuritas Indonesia, arus dana investor asing memperlihatkan transaksi beli bersih Rp1,20 triliun dan jual bersih Rp1,24 triliun. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan nilai Rp27,91 miliar.
Di bawahnya ada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp22,26 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp20,63 miliar. Aksi jual pada tiga saham itu ikut memberi tekanan pada pergerakan pasar di tengah penguatan indeks.
Dari sisi aktivitas perdagangan, Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi mencapai Rp4,58 triliun. Volume perdagangan menembus 19,01 miliar saham, dengan frekuensi transaksi 795,31 ribu kali.
Kapitalisasi pasar IHSG pada sesi siang tersebut tercatat Rp10.654 triliun. Di saat yang sama, mayoritas sektor di bursa masih berada dalam tekanan, meski tidak semuanya bergerak negatif.
Dari 11 sektor yang diperdagangkan di BEI, delapan di antaranya tercatat di zona hijau. Sektor bahan baku memimpin penguatan setelah naik 1,15%, disusul pergerakan positif sejumlah saham di dalamnya.
Salah satu yang ikut menguat ialah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Saham emiten tambang itu naik 1,04% dan ditutup di level Rp2.920.
Pergerakan regional juga belum sepenuhnya mendukung. Bursa saham Asia cenderung melemah, dengan indeks Nikkei turun 0,14%, Shanghai Composite terkoreksi 1,21%, dan Straits Times turun 0,17%.
Berbeda dengan indeks lainnya, Hang Seng justru menguat 1,09%. Kondisi tersebut memperlihatkan pasar kawasan bergerak tidak serempak menjelang penutupan sesi pertama.
Di daftar saham paling meningkat, PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) memimpin kenaikan setelah melonjak 19,44% ke Rp86. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) menyusul dengan penguatan 17,20% ke Rp2.010.
PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) juga masuk jajaran penggerak terbesar setelah naik 7,42% ke Rp2.750. Ketiga saham itu menjadi sorotan di tengah pasar yang masih berfluktuasi.
Sebaliknya, tekanan paling besar menimpa PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang turun 8,51% ke Rp172. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terkoreksi 5,50% menjadi Rp11.600, sementara PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) melemah 5,17% ke Rp55.


