IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Semeru Erupsi Enam Kali, Kolom Letusan Tertinggi 800 Meter

Gunung Semeru erupsi enam kali pada Jumat malam, kolom letusan tertinggi capai 800 meter

Lumajang – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas tinggi pada Jumat malam dengan menggeliat enam kali dalam rentang waktu singkat, yakni pukul 22.15 hingga 23.29 WIB. Tiap erupsi memunculkan kolom abu dengan ketinggian berbeda, sementara petugas memastikan status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih berada pada Level III atau Siaga.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menyebut letusan pertama terekam pukul 22.15 WIB dengan tinggi kolom sekitar 700 meter di atas puncak. Abu yang terpantau berwarna putih hingga kelabu dan bergerak ke arah utara dengan intensitas sedang.

Tak lama berselang, Semeru kembali erupsi pada pukul 22.26 WIB. Pada kejadian ini, tinggi kolom letusan mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau setara 4.176 mdpl.

Liswanto mengatakan, pada saat laporan itu disusun, erupsi masih berlangsung. Kolom abu pada erupsi kedua juga teramati berwarna putih hingga kelabu dan condong ke utara.

Aktivitas vulkanik terus berlanjut pada pukul 22.40 WIB. Erupsi berikutnya menghasilkan kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak, dengan sebaran abu masih mengarah ke utara.

Pemkab Sampang Perpanjang Kontrak 3.214 PPPK Paruh Waktu

Gunung Semeru kemudian meletus lagi pada pukul 22.54 WIB. Kali ini, tinggi kolom letusan tercatat sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 mdpl.

Beberapa menit setelahnya, tepat pukul 23.05 WIB, erupsi kembali terjadi. Tinggi kolom letusan kali itu sekitar 300 meter di atas puncak.

Letusan keenam sekaligus yang paling tinggi tercatat pada pukul 23.29 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak, dengan warna putih hingga kelabu dan arah sebaran ke utara.

“Semeru erupsi kembali pada pukul 23.29 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak,” kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Dengan rangkaian itu, Semeru tercatat meletus enam kali hanya dalam waktu sekitar satu jam. Meski demikian, status aktivitas vulkaniknya belum berubah dan masih berada pada Level III atau Siaga.

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Banjir Bandang Solok

Peringatan keras pun kembali disampaikan kepada warga dan pendaki. Masyarakat diminta menjauhi sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar itu, warga juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

Liswanto menegaskan larangan beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena area tersebut rawan lontaran batu pijar.

Selain itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga mengintai sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.

Komentar
Prabowo Tertibkan Regulasi dan Korporasi Cegah Karhutla Gambut