SURABAYA, Gonesia.com – PSIM Yogyakarta memutuskan untuk menetap di Surabaya pasca-pertandingan pekan kedua BRI Super League 2026/27 melawan Persebaya guna menjaga performa fisik pemain jelang laga kontra Madura United FC.
Keputusan strategis ini diambil manajemen tim untuk memangkas durasi perjalanan yang melelahkan bagi seluruh anggota skuad.
Langkah tersebut juga bertujuan agar para pemain dapat langsung fokus pada persiapan teknis di lokasi yang lebih dekat dengan venue pertandingan berikutnya.
Manajer PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, menyatakan bahwa opsi ini merupakan hasil diskusi mendalam antara pihak manajemen dan jajaran tim pelatih.
Ia menjelaskan bahwa efisiensi mobilitas menjadi prioritas utama demi menghindari risiko cedera akibat kelelahan di tengah jadwal kompetisi yang padat.
“Manajemen dan tim pelatih telah sepakat untuk menetap di Surabaya demi mencegah kelelahan pemain akibat perjalanan. Setelah menjalani pertandingan yang ketat melawan Persebaya, para pemain sangat membutuhkan waktu istirahat yang cukup,” ujar Iksan sebagaimana dikutip dari JPNN.com pada Rabu (16/9).
Menurutnya, memaksakan skuad untuk kembali ke Yogyakarta sebelum bertolak ke Pamekasan akan memberikan beban fisik yang tidak perlu.
Ia menambahkan bahwa jarak dari Surabaya menuju Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan di Pamekasan jauh lebih praktis dan efisien bagi kondisi atlet.
“Apabila tim dipaksakan kembali ke Yogyakarta terlebih dahulu, beban fisik akan bertambah dan berisiko menurunkan performa,” tuturnya.
Selama berada di ibu kota Jawa Timur, tim pelatih telah menyusun program latihan intensif yang berfokus pada tiga aspek fundamental.
Ia merinci bahwa fokus utama tim saat ini adalah mempercepat proses pemulihan kondisi fisik atau recovery.
Selain itu, pengawasan ketat terhadap asupan gizi dan nutrisi pemain menjadi prioritas agar metabolisme tubuh tetap terjaga dengan baik.
“Sisa waktu ini kami optimalkan sepenuhnya untuk pemulihan fisik (recovery), pengawasan asupan gizi, dan pematangan taktik,” kata dia.
Pematangan taktik juga menjadi menu utama dalam sesi latihan di Surabaya untuk mengantisipasi gaya permainan lawan.
Ia menegaskan bahwa tim harus dalam kondisi prima saat menghadapi Madura United yang saat ini tengah berada di tren positif.
Pertandingan melawan Madura United dijadwalkan berlangsung pada Jumat (18/9) mendatang di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.
Laskar Sembada dituntut untuk tampil maksimal guna mencuri poin krusial dari tim tuan rumah yang telah mengantongi dua kemenangan beruntun.
Ia berharap seluruh pemain dapat memanfaatkan waktu tersisa untuk mencapai level kebugaran terbaik sebelum laga dimulai.
“Kami ingin memastikan skuad dalam kondisi bugar 100 persen dan siap bertanding pada Jumat mendatang untuk meraih poin maksimal,” pungkasnya.


