JAKARTA, Gonesia.com – Kapten Timnas basket putra Indonesia, Yudha Saputera, menyatakan tetap bangga atas dedikasi dan kerja keras seluruh rekan setimnya meski harus menelan pil pahit tersingkir lebih awal dari ajang Asian Games 2026.
Langkah skuad Merah Putih dalam kompetisi olahraga multievent paling bergengsi di Asia ini resmi terhenti setelah gagal melewati rintangan di fase grup.
Tim yang dinakhodai oleh pelatih David Singleton tersebut harus mengakui keunggulan lawan-lawannya setelah menelan tiga kekalahan beruntun.
Indonesia tercatat takluk di tangan Jepang dengan skor 53-98, menyerah dari Korea dengan skor 48-102, serta kalah tipis dari Arab Saudi dengan skor 89-100.
“Yang pasti, hasil ini bukan yang kami inginkan. Bisa dibilang kami gagal memanfaatkan kesempatan yang ada,” ujar pebasket kelahiran 21 November 1998 itu yang dikutip dari JPNN.com.
Meskipun menuai hasil yang mengecewakan, Yudha tetap melihat sisi positif dari pengalaman bertanding melawan tim-tim papan atas Asia.
Ia menegaskan bahwa timnya telah menyerap banyak pelajaran berharga selama berkompetisi di Asian Games 2026.
“Namun, kami mendapat banyak pelajaran dari Asian Games kali ini. Secara pribadi saya belajar banyak, begitu juga dengan tim agar bisa berkembang lebih baik ke depannya,” lanjutnya.
Bagi Yudha, keikutsertaan di ajang ini merupakan momentum penting untuk menebus performa kurang maksimal yang sempat ia alami sebelumnya.
Sebelumnya, sang kapten sempat menjadi sorotan saat Timnas Indonesia menelan kekalahan 63-77 dari Malaysia pada ajang Kualifikasi FIBA Asia Cup 2026.
Kesalahan-kesalahan teknis yang ia lakukan dalam laga tersebut menjadi beban tersendiri yang ingin ia perbaiki melalui performa di Asian Games.
“Saya hanya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Asian Games merupakan ajang besar dengan level pertandingan yang tinggi karena mempertemukan negara-negara terbaik di Asia,” tutur alumni Institut Teknologi Harapan Bangsa tersebut.
Ia menyadari bahwa kesempatan untuk mencicipi atmosfer kompetisi di level internasional seperti ini tidak datang setiap saat bagi seorang atlet.
“Saya berpikir kesempatan seperti ini tidak boleh disia-siakan. Kami juga tidak tahu apakah ke depan masih akan mendapatkan peluang untuk menghadapi tim-tim dengan level setinggi ini,” tambahnya.
Kini, fokus Yudha telah beralih kembali ke level klub untuk menatap kompetisi domestik yang sudah menanti di depan mata.
Ia dijadwalkan segera bergabung kembali dengan rekan-rekannya di klub Satria Muda bersama nama-nama besar seperti Abraham Damar Grahita dan Dame Diagne.
Skuad Satria Muda saat ini tengah mematangkan persiapan intensif guna menghadapi turnamen IBL All Indonesia Cup 2026.
Turnamen domestik tersebut rencananya akan mulai bergulir pada Jumat, 16 Oktober 2026 di GOR Laga Tangkas, Bogor.
Di sisi lain, agenda padat sudah menanti Timnas basket putra Indonesia dalam waktu dekat.
Skuad Garuda dijadwalkan kembali beraksi pada bulan November mendatang untuk melanjutkan perjuangan di kancah internasional.
Timnas Indonesia akan menghadapi putaran kedua Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 dengan melawan Mongolia, Thailand, dan Fiji.


