GIANYAR, Gonesia.com – Pelatih Bali United, Johnny Jansen, kini tengah menghadapi krisis kedalaman skuad yang mengancam stabilitas performa tim menjelang laga lanjutan Super League 2026/27.
Kemenangan pada pertandingan pembuka musim ternyata tidak memberikan ketenangan bagi juru taktik tersebut karena badai cedera mulai menghantam pilar-pilar utama tim.
Kondisi ini memaksa Jansen untuk memutar otak dalam menentukan komposisi pemain terbaik sebelum menjamu Isenmulang Kalteng FC.
Duel krusial tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu (12/9) malam mendatang.
Persoalan utama yang dihadapi oleh tim berjuluk Serdadu Tridatu itu terletak pada absennya dua pemain asing kunci, yakni Joao Ferrari dan Thomas Lham.
Kedua pemain tersebut masih harus menepi dari lapangan hijau untuk menjalani serangkaian proses pemulihan cedera.
Situasi ini secara signifikan memangkas opsi taktis yang dimiliki oleh Jansen dalam menyusun strategi di atas lapangan.
Khusus untuk Joao Ferrari, pihak manajemen dan tim pelatih terus memantau perkembangan kesehatannya dengan intensif.
Jansen berharap proses rehabilitasi sang pemain dapat segera membuahkan hasil positif agar ia bisa kembali berkontribusi.
“Kami berharap Joao Ferrari bisa segera kembali. Kami bekerja keras untuk membantunya menjalani proses pemulihan dan terus memberikan dukungan selama rehabilitasi,” ujar pelatih asal Belanda tersebut seperti dikutip dari JPNN.com.
Sementara itu, kondisi pemulihan Thomas Lham diprediksi akan memakan waktu yang jauh lebih lama.
Ia memperkirakan bahwa pemain tersebut setidaknya membutuhkan beberapa pekan tambahan sebelum dinyatakan siap kembali berkompetisi.
Di sisi lain, kabar sedikit lebih melegakan datang dari kondisi fisik Tim Receveur yang sempat mengalami cedera pada bagian rusuk.
Meski sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, ia dipastikan belum bisa tampil sebagai pilihan utama sejak menit pertama.
“Belum cukup siap untuk bermain sejak awal. Dia hanya membantu tim dari bangku cadangan,” lanjutnya.
Keterbatasan pilihan pemain ini menjadi sorotan utama mengingat kompetisi Super League baru saja memasuki fase awal.
Jansen menegaskan bahwa ia tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan pemain yang belum pulih sepenuhnya untuk turun bertanding.
Ia lebih memilih untuk menunggu hingga para pemain berada dalam kondisi fisik yang benar-benar prima demi menjaga performa jangka panjang.
Strategi kehati-hatian ini diambil agar tidak terjadi cedera susulan yang bisa merugikan tim di tengah padatnya jadwal kompetisi.
“Kami memiliki dua pemain asing yang mengalami masalah. Tentu kami tidak senang dengan situasi tersebut, tetapi kami akan terus memberikan dukungan agar mereka bisa kembali secepat mungkin dan dalam kondisi yang lebih kuat,” tegasnya.
Konsistensi Bali United kini sangat bergantung pada kemampuan Jansen dalam mengoptimalkan sisa pemain yang tersedia di tengah badai cedera ini.


