JEMBER, Gonesia.com – Kantor Balai Taman Nasional (TN) Meru Betiri yang terletak di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, mengalami kebakaran hebat pada Senin (31/8) malam.
Insiden ini menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas operasional instansi tersebut.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa api yang melahap sebagian besar bangunan kantor dipicu oleh korsleting listrik.
Kapolsek Sumbersari Kompol Heri Supadmo menjelaskan bahwa tim Inafis dari Polres Jember telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, namun dugaan sementara kebakaran karena korsleting listrik. Penyebab pastinya masih menunggu hasil Tim Inafis,” kata Heri saat memberikan keterangan di Jember, Selasa (1/9), sebagaimana dikutip dari JPNN.com.
Aparat keamanan kini tengah mendalami keterangan dari sejumlah saksi mata, terutama para pegawai yang berada di lokasi saat api mulai muncul.
Garis polisi telah dipasang di beberapa ruangan yang terdampak untuk memastikan sterilisasi area selama proses investigasi berlangsung.
Meskipun api sempat membakar bagian bangunan, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
“Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, meskipun saat kejadian beberapa pegawai berada di dalam kantor,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Balai TN Meru Betiri Wiwied Widodo mengungkapkan bahwa kerusakan fisik bangunan mencapai hampir separuh dari total luas kantor.
Terkait kerugian material, ia menyebutkan bahwa bangunan gedung yang terdampak setidaknya menelan kerugian di atas Rp100 juta.
“Hampir separuh Kantor TN Meru Betiri terdampak kebakaran dan kalau bangunan gedung angkanya di atas Rp100 juta, namun perabotan dan lainnya masih belum bisa ditaksir total kerugian,” kata Wiwied.
Ia menambahkan bahwa nilai kerugian keseluruhan masih dalam tahap penghitungan lebih lanjut sembari menunggu selesainya olah TKP.
Upaya penyelamatan aset sempat dilakukan oleh petugas saat api belum menjalar ke seluruh bagian gedung.
Beberapa kendaraan dinas yang terparkir serta sejumlah peralatan elektronik berhasil dievakuasi dari ruangan yang terdampak.
Akibat kebakaran ini, sistem kelistrikan di kantor tersebut terputus total.
Kondisi tersebut memaksa pihak manajemen untuk menerapkan pola kerja terbatas bagi para staf yang bertugas.
“Saat ini listrik pun masih padam, namun aktivitas perkantoran dan pelayanan tetap berjalan dengan kondisi seadanya,” ujarnya.
Sebagian besar pegawai kini diarahkan untuk bekerja dari rumah guna menghindari gangguan pelayanan lebih lanjut.
Pihak pengelola TN Meru Betiri berkomitmen untuk segera memulihkan operasional kantor meski dalam keterbatasan sarana.
Proses pembersihan puing-puing sisa kebakaran akan dilakukan segera setelah investigasi kepolisian selesai.
Hingga saat ini, belum ada rilis resmi mengenai tenggat waktu perbaikan total seluruh fasilitas yang rusak.


