SAMARINDA, Gonesia.com – Kalimantan Timur mencatatkan performa ekspor udang yang impresif dengan total volume mencapai 1.385,88 ton sepanjang periode Januari hingga Juli 2026.
Capaian tersebut berhasil menyumbang devisa serta nilai ekonomi bagi daerah sebesar Rp274,74 miliar.
Data ini merujuk pada laporan kinerja pelayanan sertifikasi ekspor yang dihimpun oleh Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Balikpapan.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur, Irma Listiawati, menilai bahwa angka tersebut mencerminkan tren produktivitas sektor perikanan yang terus menanjak.
“Pencapaian volume ekspor udang ini membuktikan bahwa produktivitas sektor perikanan kita terus meningkat secara konsisten,” kata Irma seperti dikutip dari Antara.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan memiliki implikasi nyata bagi masyarakat pesisir.
Menurutnya, aliran modal dari ekspor ini mampu menggerakkan roda ekonomi lokal secara signifikan.
“Angka penerimaan hingga ratusan miliar rupiah ini tentu sangat berdampak positif terhadap upaya peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat nelayan dan pelaku usaha pesisir,” ujarnya.
Udang dari jenis Penaidae menjadi komoditas utama yang mendominasi pengiriman ke pasar internasional dari provinsi tersebut.
Irma menjelaskan bahwa keberhasilan menembus pasar global sangat bergantung pada kepatuhan pembudidaya lokal terhadap standar mutu produk yang ketat.
Para pelaku usaha terus didorong untuk menjaga kualitas bahan baku agar tetap kompetitif di tengah persaingan internasional.
“Kualitas udang perairan daerah kita yang terjamin mutunya membuat komoditas ini senantiasa tetap menjadi primadona utama di kancah persaingan pasar global,” lanjutnya.
Saat ini, produk udang asal Kalimantan Timur telah berhasil menembus delapan negara tujuan ekspor utama.
Daftar negara tersebut mencakup Jepang, Tiongkok, Taiwan, Singapura, Vietnam, Malaysia, Inggris, hingga Amerika Serikat.
Tingginya permintaan dari berbagai negara tersebut membuat arus pengiriman udang dari Kalimantan Timur terus berlangsung sepanjang tahun tanpa jeda.
Pemerintah daerah saat ini tengah memperkuat komitmen dalam mempertahankan standar produk melalui optimalisasi layanan sertifikasi mutu.
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap komoditas yang keluar dari wilayah Kalimantan Timur memenuhi kualifikasi teknis yang dipersyaratkan oleh otoritas negara pengimpor.
Sinergi antar instansi terkait terus dipererat guna meminimalisir kendala dalam proses ekspor.
Upaya ini diposisikan sebagai bagian integral dari strategi besar pemerintah dalam mendukung program ekonomi biru secara nasional.
Selain itu, penguatan sektor ini ditujukan untuk mendongkrak daya saing produk kelautan daerah di pasar dunia yang semakin kompetitif.
Pemerintah optimistis bahwa dengan menjaga konsistensi kualitas, posisi tawar udang asal Kalimantan Timur akan semakin kuat di masa mendatang.


