JAKARTA, Gonesia.com – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim secara resmi melayangkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto guna mencari titik terang atas sengketa investasi senilai miliaran ringgit yang membelit Federal Land Development Authority (Felda).
Langkah diplomasi ini diambil menyusul potensi kerugian negara yang membengkak hingga mencapai Rp 11 triliun akibat investasi di PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), perusahaan perkebunan sawit milik konglomerat Peter Sondakh.
Anwar menyoroti besarnya selisih dana yang terancam hilang jika sengketa ini tidak segera diselesaikan secara komprehensif oleh kedua negara.
“Pelaburan ini (EHP) yang tersangkut di mahkamah di Indonesia. Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo Subianto meminta beliau melihat juga masalah ini. Kemudian kalau tidak ditangani, RM2.5 miliar ini yang mungkin yang kita peroleh nanti RM200 juta. Ini satu contoh,” kata Anwar seperti dilansir dari pemberitaan Katadata.
Investasi bermasalah ini merupakan warisan kebijakan yang diambil pada era pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak.
Hingga saat ini, Felda belum mampu menarik kembali dana investasinya karena terbentur proses hukum yang masih berlangsung di pengadilan Indonesia.
Kondisi tersebut membuat dana sebesar 2,5 miliar ringgit yang tertanam di perusahaan sawit tersebut terancam tidak kembali secara utuh.
Estimasi dana yang diprediksi dapat diselamatkan dari investasi tersebut saat ini hanya berkisar di angka 200 juta ringgit.
Dampak dari ketidakpastian hukum ini juga tercermin langsung pada performa saham PT Eagle High Plantations Tbk di Bursa Efek Indonesia.
Pada perdagangan intraday Rabu (26/8) pukul 10.03 WIB, saham emiten berkode BWPT tersebut terpantau anjlok sebesar 3,74 persen ke level Rp 103 per lembar saham.
Volume perdagangan saham perusahaan ini tercatat mencapai 202,23 juta lembar dengan nilai transaksi menyentuh Rp 20,86 miliar.
Saat ini, kapitalisasi pasar perusahaan tercatat berada di angka Rp 3,25 triliun.
Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan atau year to date (ytd), kinerja saham BWPT terus tertekan dengan pelemahan mencapai 28,67 persen.
Tren negatif juga terlihat dalam jangka waktu lima tahun terakhir, di mana saham perusahaan telah merosot hingga 18,40 persen.
Pemerintah Malaysia berharap koordinasi tingkat tinggi dengan Presiden Prabowo Subianto dapat memberikan jalan keluar atas kebuntuan hukum yang menghambat pengembalian dana Felda.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak istana terkait tindak lanjut atas surat permohonan tersebut.
Sengketa ini menjadi salah satu agenda krusial dalam hubungan ekonomi bilateral antara Malaysia dan Indonesia.
Keterlibatan langsung kepala pemerintahan menunjukkan urgensi penyelesaian masalah investasi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut.
Pasar saat ini terus memantau perkembangan sengketa hukum di Indonesia yang menjadi penentu nasib investasi BUMN Malaysia tersebut.


