IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Plaza Indonesia Hidupkan Budaya Nusantara lewat I Love Indonesia 2026

Jakarta – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Plaza Indonesia kembali menggelar I Love Indonesia 2026 sebagai kampanye tahunan yang menonjolkan kekayaan budaya Tanah Air lewat kolaborasi dengan pelaku industri kreatif, desainer, komunitas budaya, musisi, serta merek dan UMKM lokal. Program ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara warisan budaya dan pendekatan baru yang lebih relevan dengan kehidupan masa kini.

Rangkaian kegiatan tahun ini dibangun melalui empat inisiatif utama, yakni PI Neighborhood Icons Market, dokumenter Reinventing Tenun: Journey to Algorithm, Snada Indonesia 2026, dan pameran The Sacred Horse of Sumba. Keempatnya menghadirkan bentuk apresiasi budaya yang berbeda, mulai dari dukungan terhadap produk lokal, eksplorasi wastra Nusantara, perayaan musik Indonesia, hingga pengalaman budaya yang lebih imersif.

Chief Marketing Officer Plaza Indonesia Zamri Mamat mengatakan kampanye ini tidak hanya dimaksudkan sebagai agenda program tahunan. “Melalui I Love Indonesia, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar rangkaian program. Kami ingin menciptakan ruang kolaborasi yang mempertemukan budaya, kreativitas, dan inovasi sehingga warisan budaya Indonesia dapat terus hidup, berkembang, dan diapresiasi oleh semakin banyak generasi,” ujarnya.

Salah satu agenda yang dibuka adalah PI Neighborhood Icons Market, bazaar yang berlangsung pada 10-23 Agustus 2026 di Warehouse Plaza Indonesia. Ajang ini mempertemukan UMKM dan brand lokal terpilih dengan publik yang lebih luas, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Tahun ini, bazaar tersebut diikuti antara lain oleh Carpenter’s Bakehouse, Esteboo, Excelso, Marc & Mich Bakery, Oschusan, The Pandan Club, Roti Macan, Smooth, Suasana Kopi, Teazzi, The Matcha Tokyo, dan The Paper Hotel.

Di bidang film dokumenter, Plaza Indonesia memperkenalkan Reinventing Tenun: Journey to Algorithm, serial enam episode yang menelusuri perjalanan desainer Wilsen Willim dalam merancang koleksi couture perdananya. Proses itu ditempuh melalui eksplorasi tenun Nusantara dari Halaban, Jembrana, Bandung, dan Putussibau, lalu diperkaya dengan benang denim hasil upcycle yang dipadukan ke dalam tenun autentik dari berbagai daerah.

Amelia Anggraini Ajak Generasi Muda Lawan Bias Algoritma Digital

Wilsen menilai perjalanan tersebut memperlihatkan betapa kayanya identitas tekstil Indonesia. “Setiap daerah di Indonesia memiliki cerita, identitas, dan kekayaan tekstil yang begitu berharga. Melalui dokumenter ini, saya ingin mengajak lebih banyak orang melihat bahwa kain tradisional bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sumber inspirasi yang terus hidup dan dapat diterjemahkan dalam karya-karya kontemporer,” tuturnya.

Plaza Indonesia juga kembali menggandeng Oppal untuk menghadirkan Snada Indonesia 2026. Pertunjukan musik ini mengusung semangat lintas generasi dengan mempertemukan musisi-musisi Tanah Air dan Rumah Orkestra Jogja, komunitas orkestra anak muda yang memberi tafsir baru atas karya-karya Nusantara melalui sajian yang segar, elegan, dan penuh energi.

CEO & Founder Oppal Bernard Permadi menyebut musik menjadi medium penting untuk merawat identitas budaya. Menurut dia, Snada Indonesia ingin menunjukkan bahwa musik mampu menjembatani generasi sekaligus merayakan kekayaan Indonesia. “Bersama Plaza Indonesia, kami menghadirkan sebuah pertunjukan yang memadukan talenta, kolaborasi, dan semangat untuk terus menghidupkan karya-karya Nusantara dalam format yang relevan bagi masyarakat saat ini,” katanya.

Dari sisi pameran, perayaan tahun ini turut diramaikan The Sacred Horse of Sumba, instalasi utama dalam Loom & Legend: Beyond Luxury Amidst the Mundane. Proyek ini merupakan kolaborasi Luxina, Cita Tenun Indonesia, NUSAE, The Riserva, dan sejumlah jenama luxury Indonesia. Pameran berlangsung pada 5-31 Agustus 2026 di main corridor level 1 Plaza Indonesia.

Instalasi tersebut menyoroti budaya equestrian Nusantara melalui filosofi motif kuda pada tenun Sumba. Kehadirannya juga menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan Indonesia sekaligus menandai 10 tahun Luxina dan 18 tahun Cita Tenun Indonesia. Dengan pendekatan kontemporer, pameran ini mengajak pengunjung membaca ulang makna kuda sebagai simbol kehormatan, kemakmuran, dan unsur penting dalam kehidupan masyarakat Sumba yang diwariskan lintas generasi.

TB Hasanuddin Desak Aparat Usut Senjata Sekolah Jaksel Tuntas

Editorial Director Luxina Syahmedi Dean mengatakan The Sacred Horse of Sumba hadir sebagai bentuk perayaan budaya yang dikemas dengan cara baru. “Melalui kolaborasi lintas industri, kami berharap masyarakat tidak hanya menikmati keindahan instalasi ini, tetapi juga semakin mengenal filosofi dan nilai budaya yang terkandung di balik tenun Sumba,” ujarnya.

Melalui I Love Indonesia 2026, Plaza Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi premium lifestyle yang tidak sekadar menawarkan pengalaman belanja, tetapi juga menjadi ruang untuk merayakan budaya, mendorong kreativitas, dan memperkuat kolaborasi yang melahirkan karya-karya anak bangsa.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Kasus Asusila TransJakarta: Polisi Ungkap Fakta Baru, Pelaku Saling Meraba

03

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

06

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

07

DPRD Padang Desak Pemko Berantas Pungli, Selamatkan Pariwisata Pantai

08

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

Berita Terbaru