IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Daftar Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi 7 Agustus 2026

Grafik pergerakan saham dan aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia melonjak dengan nilai transaksi harian mencapai Rp18,2 triliun pada Kamis (6/8).

Jakarta, Gonesia.com – Aksi jual masif oleh investor asing mewarnai perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Kamis (6/8), dengan nilai transaksi harian yang melonjak tajam hingga mencapai Rp18,2 triliun.

Lonjakan nilai transaksi ini menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan dibandingkan hari sebelumnya yang hanya mencatatkan angka Rp14,9 triliun.

Data Pusat Data Kontan mencatat bahwa investor asing melakukan aksi jual bersih dengan total nilai mencapai Rp273,5 miliar.

Secara volume, tekanan jual asing mencapai 1,51 miliar lembar saham yang tersebar di berbagai sektor emiten LQ45.

Di tengah sentimen negatif tersebut, PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) justru mencatatkan kinerja paling impresif dengan kenaikan harga sebesar 6,67%.

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Triwulan II 2026

Penguatan tersebut menempatkan CUAN sebagai pemimpin kenaikan di antara 20 saham yang dipantau dalam daftar pantauan bursa hari ini.

Sementara itu, sektor saham pertambangan dan mineral menunjukkan pergerakan yang cenderung variatif dan tajam.

PT Merdeka Battery Materials (MBMA) tercatat sebagai emiten dengan penurunan harga paling dalam, yakni mencapai 3,64%.

Tekanan jual juga melanda PT Merdeka Copper Gold (MDKA) dengan koreksi 2,41% dan PT Amman Mineral Internasional (AMMN) yang melemah 2,26%.

Di sisi lain, PT Hartadinata Abadi (HRTA) melanjutkan tren positifnya dengan mencatatkan lonjakan harga sebesar 6,00%.

Manajemen Darma Henwa Beri Kejelasan Rencana IPO Gayo Resources Mineral

Kenaikan HRTA ini terjadi secara beruntun setelah pada sesi perdagangan sebelumnya emiten tersebut juga berhasil menguat sebesar 5,26%.

Beberapa saham berkapitalisasi besar lainnya mengalami stagnasi harga, seperti PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), PT United Tractors (UNTR), dan PT Bumi Resources (BUMI).

Kondisi pasar yang bergerak dua arah ini juga menekan sejumlah saham blue chip lainnya.

PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) dan PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) kompak ditutup melemah sebesar 0,90%.

Secara valuasi, INKP tetap mempertahankan status sebagai emiten dengan rasio harga terhadap nilai buku atau Price to Book Value (PBV) terendah, yakni di level 0,35 kali.

IHSG Berpotensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham TPIA, CDIA, DSSA, dan BACH

Rasio PBV sendiri berfungsi membandingkan harga saham saat ini dengan nilai aset bersih perusahaan per lembar sahamnya.

Selain itu, investor juga mencermati rasio harga berbanding laba atau Price Earning Ratio (PER) sebagai indikator fundamental perusahaan.

Indikator PER digunakan untuk mengukur berapa kali lipat harga saham saat ini dibandingkan dengan laba bersih per saham yang dihasilkan perusahaan.

Di sektor perbankan, PT Bank Tabungan Negara (BBTN) mencatatkan pergerakan harga yang stagnan pada penutupan perdagangan.

Hal yang sama juga dialami oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang tidak mengalami perubahan harga dari sesi sebelumnya.

Analisis mendalam terhadap data pasar menunjukkan bahwa volatilitas perdagangan tetap tinggi seiring dengan penyesuaian portofolio oleh pelaku pasar domestik maupun mancanegara.

Komentar