IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Surahman Desak Polisi Bongkar Jaringan Begal Bandung

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Surahman Hidayat mengecam keras pembegalan yang menimpa Kenzi (16) di kawasan Arcamanik, Bandung. Korban mengalami luka berat dan harus menjalani sejumlah operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung usai peristiwa yang terjadi pada Sabtu (4/7/2026) itu.

Surahman menilai tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi. Ia mendesak kepolisian bergerak cepat menangkap para pelaku dan menuntaskan penyidikan secara menyeluruh.

“Kamimengutuk keras aksi brutal tersebut dan mendesak aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan keluarga korban, mencari serta menangkap pelaku, dan memastikan mereka dijatuhi hukuman maksimal sesuai hukum yang berlaku,” kata Surahman dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Selasa (4/8/2026).

Ia juga meminta Polrestabes Bandung bekerja profesional dan terbuka dalam memproses perkara ini. Menurut dia, langkah cepat diperlukan agar para pelaku tidak kembali mengganggu rasa aman warga.

“Kami mendesak Polrestabes Bandung segera menangkap para pelaku, membongkar jaringan begal yang terlibat, dan memastikan proses hukum berjalan cepat serta transparan agar kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum tetap terjaga,” ujarnya.

Sahroni Dorong Satu Lembaga Khusus Kelola Aset Pidana

Surahman menekankan, penanganan kasus begal tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan. Kepolisian, kata dia, harus menelusuri jaringan yang berada di belakang aksi kejahatan itu, termasuk pihak yang mengoordinasikan dan menikmati hasil kejahatan.

“Penindakan terhadap begal harus menyentuh akar masalahnya. Pihak kepolisian harus membongkar jaringan di balik aksi ini, termasuk pihak-pihak yang mengorganisasi dan memanfaatkan hasil kejahatan. Dengan penindakan menyeluruh, efek jera akan tercipta dan masyarakat lebih terlindungi,” katanya.

Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya kamera pengawas di kawasan rawan kriminalitas. Rekaman CCTV, menurut Surahman, kerap menjadi petunjuk utama untuk mengidentifikasi pelaku.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah bersama kepolisian memastikan seluruh kamera pengawas di ruang publik berfungsi optimal, terutama di titik-titik yang kerap menjadi sasaran kejahatan.

Surahman juga mendorong penguatan kebijakan pemberantasan begal, termasuk pemberatan hukuman bagi pelaku yang menggunakan kekerasan. Ia menilai kejahatan jalanan harus ditangani secara sistematis agar tidak terus berulang.

Dini Rahmania Ingatkan Calon Jemaah Utamakan Kesehatan Haji

“Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu memperkuat kebijakan penindakan terhadap begal, termasuk pemberatan hukuman bagi pelaku yang melibatkan kekerasan. Kejahatan jalanan harus ditindak secara sistematis agar tidak menjadi ancaman berulang bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain penegakan hukum, Surahman mengingatkan bahwa korban wajib mendapat perhatian serius. Ia menilai perlindungan terhadap korban harus mencakup pemulihan medis dan pendampingan psikologis.

Kenzi, kata dia, kini tidak hanya menghadapi trauma, tetapi juga cedera fisik yang berpotensi mengganggu cita-citanya menjadi pilot. Karena itu, negara harus hadir memastikan pemulihan berjalan konsisten.

“Selain mengalami trauma akibat pembegalan, luka fisik yang diderita korban juga mengancam cita-citanya menjadi pilot. Oleh karena itu, negara wajib hadir memastikan pemulihan medis dan psikologis berjalan secara konsisten agar korban dapat kembali menata masa depannya,” tuturnya.

Ia turut menilai anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang paling rentan menjadi korban kejahatan di ruang publik. Untuk itu, Surahman mendorong peningkatan patroli di lokasi rawan, edukasi keselamatan bagi remaja, serta peran aktif orang tua dalam pengawasan.

Komisi VIII Dorong Persiapan Dini Haji 2027

Ia pun meminta masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Menurut dia, solidaritas sosial dapat menjadi benteng awal untuk mencegah kejahatan jalanan.

“Sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman serta mencegah aksi kriminalitas kembali terjadi,” pungkasnya.

Komentar