LOMBOK TENGAH, Gonesia.com — Abdussalam Shohib, yang kini mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menyoroti peran strategis Nusa Tenggara Barat dalam pengembangan sektor wisata halal sebagai pilar utama kemandirian ekonomi umat.
Potensi besar yang dimiliki wilayah tersebut dianggap sebagai pintu masuk bagi Nahdlatul Ulama untuk memperkuat basis ekonomi warga di akar rumput.
Gus Salam, sapaan akrabnya, menekankan bahwa ekosistem pariwisata yang berkualitas dan inklusif di NTB harus didorong oleh kebijakan organisasi yang solid.
Ia menyampaikan pandangan tersebut saat melakukan pertemuan konsolidasi bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di Lombok Tengah pada Senin, 3 Agustus 2026.
Menurutnya, penguatan internal organisasi menjadi prasyarat mutlak sebelum seluruh program ekonomi umat dapat berjalan secara optimal di berbagai daerah.
Oleh karena itu, ia mendorong agar proses ishlah atau perdamaian di tingkat internal PBNU dapat segera terealisasi demi menjaga marwah organisasi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap pesan moral yang pernah disampaikan oleh gurunya, Kiai Nurul Huda Djazuli atau Mbah Yai Da’.
Dalam sebuah momen reflektif, ia mengenang kembali instruksi sang guru yang memintanya untuk turun tangan memperbaiki kondisi organisasi melalui kepemimpinan yang baru.
“Masa kamu membiarkan NU konflik seperti ini. Saya (Mbah Yai Da’-red) prihatin, maka kamu harus ikhtiar di muktamar untuk jadi pemimpin di NU,” ujar Gus Salam menirukan perkataan Mbah Yai.
Perintah tersebut menjadi landasan utama baginya untuk mantap melangkah dalam kontestasi Muktamar ke-35 NU mendatang.
Sejauh ini, ia mengklaim telah melakukan serangkaian ikhtiar politik dan konsolidasi yang menjangkau 27 provinsi di seluruh Indonesia.
Selama kunjungannya ke berbagai daerah, ia aktif menyerap aspirasi sekaligus membangun kepercayaan dengan para fungsionaris serta tokoh-tokoh NU di tingkat lokal.
“Kesimpulannya, karena ini dawuhnya kiyai, kita berusaha semaksimal mungkin,” imbuhnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang ini meyakini bahwa kepengurusan PBNU yang kuat akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan umat secara luas.
Ia secara khusus menyoroti NTB sebagai model pengembangan ekonomi berbasis wisata yang harus difasilitasi oleh struktur organisasi NU.
“NU harus mendorong, bahkan memfasilitasi keberdayaan ekonomi warga NU di sektor pariwisata. Wisata halal tentunya, namun berkualitas dan inklusif. Karena potensi ekonomi pariwisata di NTB sangat besar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kemandirian ekonomi umat merupakan instrumen penting untuk menopang tegaknya syiar agama di tengah masyarakat.
Strategi ini dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat fungsi kehadiran jam’iyyah Nahdlatul Ulama sebagai penggerak ekonomi.
“Untuk menjaga agama, urusan dunia menjadi kewajiban umat agar mandiri secara ekonomi. Supaya mereka bisa menopang tegaknya agama melalui fungsi kehadiran jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Konsolidasi yang dilakukan Gus Salam di NTB ini menjadi bagian dari upaya panjang untuk memetakan kebutuhan nyata warga NU di sektor pariwisata.
Pihaknya berharap agar gagasan mengenai wisata halal dapat menjadi salah satu agenda prioritas dalam perhelatan Muktamar NU mendatang.


